Distankan Banjarnegara Temukan 14 Kasus Cacing Hati pada Sapi Kurban
Tim kesehatan hewan Distankan Banjarnegara, saat melakukan pengecekan terhadap hewan kurban dalam momen penyembelihan hewan Hari Raya Idul Adha tahun 2026, Rabu (27/5/2026).-Distankan Banjarnegara untuk Radarmas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankan KP) Kabupaten Banjarnegara, menemukan 14 kasus cacing hati pada sapi kurban usai pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, di wilayah Kecamatan Banjarnegara.
Temuan tersebut tersebar di empat kelurahan yang sudah selesai dilakukan pendataan.
Dokter Hewan Distankan KP Banjarnegara, Rumadi Anto Nugroho mengatakan, jumlah temuan tahun ini relatif masih terkendali dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, sebagian besar masyarakat juga mulai sadar untuk tidak mengonsumsi organ hati yang ditemukan rusak akibat cacing hati.
BACA JUGA:DPPP Purbalingga Temukan 11 Kasus Cacing Hati pada Hewan Kurban
“Yang terbanyak ada di Kelurahan Semampir. Dari total 33 ekor sapi kurban, sebanyak delapan ekor ditemukan hatinya rusak. Sedangkan di Kelurahan Kutabanjarnegara, dari 99 ekor sapi, ada empat ekor yang ditemukan terindikasi cacing hati,” jelasnya.
Sementara itu, sisanya ditemukan di dua kelurahan lain di wilayah Kecamatan Banjarnegara. Hingga saat ini, Distankan masih melakukan rekap hasil pemeriksaan dari kecamatan lainnya di Kabupaten Banjarnegara.
Menurut Rumadi, penyakit cacing hati sebenarnya dapat dicegah melalui pemberian obat anti cacing secara rutin pada ternak. Dengan penanganan yang baik, kondisi sapi pun dapat kembali pulih.
Dia menjelaskan, cacing hati dewasa pada dasarnya tidak menular pada manusia apabila organ hati dimasak dengan benar.
BACA JUGA:Sapi Kurban Presiden Jadi Tontonan Warga Banjarnegara dengan Bobot 1,2 Ton
“Untuk penularan ke manusia sebenarnya tidak menular kalau dimasak dengan benar. Minimal 30 menit dengan air mendidih, cacingnya bisa mati,” ujarnya.
Meski demikian, Rumadi tetap menyarankan agar hati sapi yang ditemukan rusak agar tidak dikonsumsi. Sebab, ada kekhawatiran terhadap racun hasil metabolisme cacing yang dapat berdampak bagi kesehatan manusia.
Sementara itu, untuk hewan kurban jenis kambing dan domba, hingga kini belum ditemukan adanya kasus cacing hati.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
