Banner v.2

Program SPELING 2026 Sasar 66 Desa Miskin di Purbalingga, Layani Minimal 100 Warga per Lokasi

Program SPELING 2026 Sasar 66 Desa Miskin di Purbalingga, Layani Minimal 100 Warga per Lokasi

Pelaksanaan Program Dokter Spesialis Keliling (SPELING) di Desa Tangkisan, Kecamatan Mrebet beberapa waktu lalu. Tahun 2026 program tersebut menyasar 66 desa miskin di Purbalingga.-Dok. DinkesPPKB Purbalingga-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Program Dokter Spesialis Keliling (SPELING) tahun 2026 di Kabupaten Purbalingga resmi menyasar 66 lokus atau desa prioritas. Mayoritas desa yang dipilih merupakan wilayah dengan kategori miskin berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Program layanan kesehatan jemput bola tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada 20 Mei 2026 mendatang dengan lokasi perdana di Desa Makam, Kecamatan Rembang.

Pemegang Program SPELING Melesat DinkesPPKB Kabupaten Purbalingga, Retno Indriasari mengatakan, penentuan lokus dilakukan berdasarkan pemetaan dari Pemprov Jawa Tengah dengan sistem rotasi agar pelayanan kesehatan bisa menjangkau wilayah lain yang sebelumnya belum tersentuh.

“Break down lokus dari Provinsi, yang diutamakan desa-desa miskin. Dari 18 kecamatan yang tahun lalu sudah menjadi lokus, tidak menjadi lokus lagi tahun ini,” ungkapnya, Jumat (15/5/2026).

BACA JUGA:TMMD Reg 127 Kebumen Hadirkan Speling dan Pengobatan Gratis di Desa Somagede

Dia menjelaskan, seluruh persiapan teknis dan jadwal pelaksanaan sudah dimatangkan melalui rapat koordinasi bersama lintas pihak terkait.

Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Purbalingga menggandeng sembilan rumah sakit pendamping yang terdiri atas dua RSUD dan tujuh rumah sakit swasta.

Retno menjelaskan, pengaturan jadwal dokter spesialis sepenuhnya disesuaikan oleh masing-masing rumah sakit pendamping.

“Layanan wajib yang ada di setiap lokasi yakni dokter spesialis anak dan dokter spesialis kandungan atau obgyn,” jelasnya.

BACA JUGA:Sudah Jangkau 706 Desa, Program Speling Ahmad Luthfi Bisa Diterapkan Secara Nasional

Selain layanan utama tersebut, beberapa rumah sakit juga menambah dukungan tenaga medis lain seperti dokter spesialis penyakit dalam hingga dokter spesialis jiwa.

Dalam setiap pelaksanaan SPELING, DinkesPPKB menargetkan sedikitnya 100 warga mendapatkan pelayanan kesehatan langsung di tiap desa.

Data sasaran warga akan disiapkan oleh Puskesmas setempat, termasuk hasil pendataan awal dari kader kesehatan desa.

“Para kader dilibatkan untuk mendata masyarakat yang berisiko. Contohnya warga dengan gejala batuk lebih dari dua minggu, keluhan kesehatan yang tidak kunjung sembuh, hingga anak-anak yang mengalami kekurangan gizi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: