Bulan Apit Jadi Momen Pelestarian Tradisi di Cilacap
Festival adat seperti gondang lesung di Sidareja cukup menarik minat masyarakat.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Memasuki bulan Zulkaidah atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Apit, berbagai desa di Kabupaten Cilacap mulai menggelar ritual adat dan tradisi budaya.
Kegiatan seperti Sedekah Bumi, Memetri Bumi hingga kirab gunungan kembali digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat sekaligus upaya menjaga tradisi leluhur.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cilacap, Budi Narimo mengatakan, antusiasme masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan adat tahun ini cukup tinggi.
Bahkan banyak warga yang secara swadaya ikut mendukung pelaksanaan acara di desanya masing-masing.
"Bulan ini banyak desa yang melaksanakan kegiatan Sedekah Bumi, atau ada yang menyebutnya Memetri Bumi dan Slametan Bumi. Antusiasme masyarakat juga sangat luar biasa," katanya, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, sejumlah desa di Cilacap telah menyiapkan berbagai agenda budaya selama bulan Apit.
BACA JUGA:Tiga Tradisi Asal Cilacap Sah Jadi WBTB Nasional 2025
Di Desa Jetis misalnya, digelar ritual adat, budaya gunungan dan doa bersama.
Sementara di Desa Karangtengah Kecamatan Sampang terdapat arak-arakan budaya dan festival gunungan.
Selain itu, Festival Gondang Lesung juga digelar di Desa Karanggedang Kecamatan Sidareja.
Kemudian di Desa Kuripan Kidul masyarakat mengadakan Memetri Bumi sekaligus tradisi tanam kepala sapi.
Sedangkan di Desa Bunton Kecamatan Adipala digelar Memetri Bumi dan kirab gunungan.
"Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Disparpora terus mendukung pelaksanaan kegiatan budaya di berbagai wilayah," lanjutnya.
BACA JUGA:Tradisi Begalan Banyumasan: Petuah dalam Tawa di Balik Sakralnya Pernikahan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

