Sanggar Bolosewu Kebumen Raih Juara Nasional
Sanggar Seni Tradisional Bolosewu berhasil meraih predikat Penampil Terbaik dalam ajang Festival Tari Tradisional Nusantara tingkat nasional.--
KEBUMEN - Sanggar Seni Tradisional Bolosewu, Kabupaten Kebumen, berhasil meraih predikat Penampil Terbaik dalam ajang Festival Tari Tradisional Nusantara tingkat nasional yang diselenggarakan di Museum Sri Baduga, Bandung, baru ini.
Prestasi ini menjadi kabar membanggakan bagi dunia seni tari tradisional Kabupaten Kebumen, sekaligus menegaskan eksistensi kesenian daerah di kancah nasional.
Dalam ajang bergengsi yang diikuti berbagai perwakilan daerah dari seluruh Indonesia tersebut, Sanggar Bolosewu tampil memukau dengan membawakan Tari Cepet Ayu.
Ini salah satu tari kreasi berbasis tradisi khas Kebumen. Penampilan ini berhasil menarik perhatian dewan juri berkat kekuatan konsep dramaturgi yang matang, serta keberanian dalam mengembangkan bentuk tari tradisional tanpa meninggalkan nilai-nilai keasliannya.
Pimpinan sanggar Wiji Winaras menjelaskan Tari Cepet Ayu merupakan pengembangan dari Tari Cepetan Alas, yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia sejak 7 Desember 2021 sebagai warisan budaya milik Kebumen.
“Proses kreatif tari ini tetap berpijak pada akar tradisi, namun dikemas dengan pendekatan artistik yang lebih segar dan komunikatif,” ujar Wiji Winaras.
“Melalui Tari Cepet Ayu, kami ingin menghadirkan kekuatan tari tradisi ikonik Kebumen dalam bentuk yang lebih dinamis, tanpa kehilangan ruh aslinya," ungkapnya.
Sementara itu, seniman sekaligus penggagas awal konsep pengembangan tari tersebut, Ki Pekik Sat Siswonirmolo, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Sanggar Bolosewu.
“Saya menyampaikan selamat dan turut bangga atas pencapaian ini. Gagasan pengembangan Tari Cepetan sebenarnya telah lama muncul, namun baru kali ini dapat terealisasi dengan baik. Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan dan mengembangkan warisan budaya bangsa,” ujarnya.
Dalam pertunjukan tari tersebut, unsur musik serta sebagian koreografi digarap oleh Ki Waris, salah satu tokoh seni tari di Kebumen yang dikenal konsisten dalam pengembangan kesenian daerah. Sentuhan artistiknya dinilai mampu memperkuat karakter pertunjukan, sehingga tampil lebih hidup dan memiliki daya tarik yang kuat. (mam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
