Banner v.2

Traktor Perahu di Banyumas Viral, Inovasi Petani Diserbu Warganet

Traktor Perahu di Banyumas Viral, Inovasi Petani Diserbu Warganet

Traktor perahu merambah mengolah lahan sawah petani di Desa Karangjati usai merampungkan sawah bengkok desa, Rabu (6/5).-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Inovasi traktor perahu milik Desa Karangjati, Kecamatan Kemranjen mendadak viral dan menyedot perhatian luas. Video aktivitas pengolahan sawah menggunakan alat tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Fenomena ini memicu rasa penasaran warganet untuk melihat langsung performa alat di lapangan. Tidak sedikit yang datang ke lokasi untuk menyaksikan cara kerja traktor perahu di areal persawahan.

Operator traktor perahu, Ahmad Muhtarom, mengaku terkejut karena alat yang biasa ia operasikan kini menjadi sorotan publik. Sejak video beredar, dirinya kerap didatangi tamu dari luar wilayah desa.

“Kaget, jadi sering didatangi orang sejak operasional traktor perahu. Katanya ingin tahu setelah melihat video di medsos,” ujar Ahmad, Rabu (6/5).

BACA JUGA:Traktor Perahu Mulai Beroperasi di Banyumas, Desa Genjot Produktivitas

Menurut Ahmad, pengunjung tidak hanya sekadar melihat, tetapi juga aktif bertanya berbagai hal teknis. Mulai dari hasil pengolahan lahan, durasi kerja, konsumsi bahan bakar, hingga perbandingan dengan traktor jenis lain.

Selain itu, banyak pula yang penasaran dengan kenyamanan saat mengoperasikan alat tersebut. Bahkan, beberapa pengunjung menanyakan lokasi pembelian traktor perahu.

Dalam operasionalnya, traktor perahu dijalankan oleh dua orang operator. Hal ini membuat kegiatan berbagi pengalaman dengan pengunjung tidak mengganggu target pengolahan lahan sawah.

Ahmad pun menyambut antusias kehadiran para pengunjung tersebut. Ia berusaha menjawab setiap pertanyaan dengan ramah dan terbuka.

BACA JUGA:Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak Besar di Muara Sungai Bodo, Logending

Sementara itu, Kepala Desa Karangjati Agus Suprihanto menilai inovasi ini dapat menjadi pemicu percepatan tanam. Keberadaan traktor perahu yang masih jarang di Banyumas diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

"Sawah bengkok desa sudah selesai terolah menggunakan traktor perahu. Dilanjutkan mengerjakan sawah petani, tarifnya sama dengan hand traktor," sambung Agus.

Meski memiliki keunggulan tersendiri, penggunaan traktor perahu tidak dibedakan dari sisi tarif. Kebijakan ini diambil agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan pelaku usaha jasa pengolahan lahan.

Penetapan tarif yang setara juga bertujuan menjaga keberlangsungan usaha pemilik hand traktor. Dengan demikian, kehadiran inovasi ini tidak dianggap sebagai ancaman, melainkan alternatif yang saling melengkapi.

"Kita harus arif dan bijaksana dalam menerapkan inovasi teknologi pertanian," tandas Agus. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: