Banner v.2

BLK Khusus Disiapkan di Banyumas, Peluang Kerja Eropa Terbuka

BLK Khusus Disiapkan di Banyumas, Peluang Kerja Eropa Terbuka

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono-JUNI R/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Banyumas bersiap mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) khusus untuk menangkap peluang kerja luar negeri yang kian terbuka. Langkah ini dipicu tingginya kebutuhan tenaga kerja di sejumlah negara Eropa, terutama Jerman.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono mengatakan, peluang tersebut terungkap setelah staf Dinperindag melakukan kunjungan ke beberapa negara Eropa dengan biaya mandiri. Dari hasil kunjungan itu, ditemukan kebutuhan besar tenaga kerja di berbagai sektor.

"Ini diawali dari staff Dinperindag keliling ke beberapa negara Eropa, pakai biaya bukan dari APBD, biaya sendiri. Ternyata disana butuh banyak tenaga kerja," kata Sadewo usai menerima audiensi dari Indonesian Trade Promotion Center Hamburg, Senin 4 Mei 2026 di Ruang Joko Kaiman.

Sadewo mengungkapkan, kebutuhan tenaga kerja di Jerman tersebar hampir di semua bidang pekerjaan. Kondisi ini dinilai sebagai peluang strategis yang harus segera dimanfaatkan oleh daerah.

BACA JUGA:Serapan Kerja Masih Jadi PR, 48 Peserta Lolos Vokasi BLK Purbalingga

"Di Jerman saya tahu sekali butuh banyak tenaga kerja, hampir di semua bidang," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan besarnya potensi penyerapan tenaga kerja dari Indonesia.

Menindaklanjuti peluang tersebut, Sadewo langsung menginstruksikan dinas terkait untuk menyiapkan langkah konkret. Ia meminta agar rencana pendirian BLK khusus tidak berhenti pada tahap wacana.

"Saya sudah minta kepada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian agar dibahas secara teknis, kemudian jangan hanya dibahas saja tetapi dieksekusi. Kita bikin balai latihan yang khusus mungkin ya, yang ini khusus untuk ke Jerman. Bukan hanya Jerman, Jepang juga butuh," ujarnya.

Ia menjelaskan, sektor yang paling membutuhkan tenaga kerja di Jerman meliputi keperawatan, restoran, hotel, kafe, hingga manufaktur. Kebutuhan tersebut membuka peluang luas bagi tenaga kerja asal Banyumas dan sekitarnya.

BACA JUGA:BLK Purbalingga Siapkan 9 Paket Pelatihan di Tahun 2026, Total Anggaran Capai Rp1,095 Miliar

"Disana itu, upah tinggi, aman dan nyaman karena toleransinya tinggi, biaya hidup terjangkau, asal masak sendiri," ungkapnya. Kondisi ini menjadi daya tarik tambahan bagi calon pekerja migran.

Sadewo menuturkan, total kebutuhan tenaga kerja di Jerman mencapai 4.000 orang dari seluruh Indonesia. Ia menegaskan agar peluang tersebut segera ditindaklanjuti melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

"4.000 tenaga kerja tetapi seluruh Indonesia. Kalau sudah ada peluang seperti ini agar Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian segera mengeksekusi. Kerjasama dengan UHB, Unsoed, UMP," pungkasnya. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: