Harga Oli Naik Tajam, Konsumen di Banyumas Terkejut
Mekanik bengkel sedang menyervis sepeda motor, Senin (27/4). Pemilik kendaraan kaget lantaran harga oli meroket. -FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Pemilik kendaraan bermotor dikejutkan oleh lonjakan harga oli yang mencapai hingga 24 persen dalam waktu singkat. Kenaikan ini diduga berkaitan dengan dampak geopolitik global yang memengaruhi harga komoditas.
Sejumlah konsumen mulai merasakan langsung dampak kenaikan tersebut. Harga oli di pasaran disebut mengalami peningkatan hampir di semua merek.
Salah satu konsumen, Gilang Eka, mengaku kaget saat membeli oli untuk sepeda motor matiknya pada Senin (27/4). Ia menyebut harga yang biasa dibelinya kini melonjak cukup signifikan.
“Saya kaget karena harganya naik. Informasi dari penjaga toko, semua merek oli memang mengalami kenaikan,” ujar Gilang.
BACA JUGA:Patroli Malam Sikat Balap Liar, Blue Light Tekan Knalpot Brong di Banyumas
Ia menjelaskan sebelumnya membeli oli di toko grosir seharga Rp50.500. Namun, pada pembelian terbaru harga tersebut naik menjadi Rp62.500.
Selisih kenaikan mencapai sekitar Rp12.000 dalam waktu relatif singkat. Kondisi ini dinilai cukup memberatkan bagi konsumen.
“Kenaikan harga oli tentu memberatkan karena tidak wajar. Selisihnya jauh dari harga sebelumnya, padahal saya beli di toko grosir,” tambahnya.
Kenaikan harga ini diduga berkaitan dengan dinamika geopolitik global. Konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran disebut berdampak pada rantai pasok dan harga bahan baku.
BACA JUGA:Antisipasi Balap Liar, Polres Kebumen Patroli Sahur
Dampaknya mulai dirasakan hingga ke tingkat lokal. Setelah sebelumnya harga plastik naik, kini giliran oli yang mengalami lonjakan.
Konsumen lain, Agus Haryanto, juga merasakan kenaikan saat melakukan servis sepeda motor di bengkel. Ia mengaku terkejut karena harga oli sudah naik drastis.
"Diawet-awet olinya. Kata pemilik bengkel, semua jenis oli naik," tandas Agus.
Kenaikan harga ini berpotensi memengaruhi biaya perawatan kendaraan masyarakat. Konsumen berharap ada stabilisasi harga agar tidak semakin membebani. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


