Banyumas Kekurangan Guru Agama Kristen dan Katolik
Plt Penyelenggara Kristen, Plt Penyelenggara Katolik dan Kasi Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag Banyumas berkoordinasi dengan Kasi PGTK SMP (tengah) di ruang tamu Kabid PGTK Dindik Banyumas, Senin (27/4).-YUDHA IMAN/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Kekurangan guru Agama Kristen dan Katolik di Banyumas menjadi perhatian serius pemerintah. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyumas pun berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Banyumas untuk mencari solusi.
Koordinasi dilakukan pada Senin (27/4) dengan fokus pemenuhan hak pendidikan agama bagi seluruh murid. Selain itu, penguatan kelembagaan pendidikan juga menjadi bagian penting dalam pembahasan tersebut.
Pelaksana tugas (Plt) Penyelenggara Kristen, H. Faisal Riza, menyampaikan bahwa sejumlah isu krusial dibahas dalam pertemuan itu. Salah satu yang utama adalah keterbatasan jumlah guru agama di sekolah umum.
"Koordinasi kali ini membahas beberapa isu krusial diantaranya keterbatasan guru Agama Kristen dan Katolik," katanya.
BACA JUGA:TPG 419 Guru Madrasah di Banyumas Cair, Kemenag Ingatkan Gaya Hidup
Delegasi dari Kantor Kemenag Banyumas yang hadir terdiri dari berbagai unsur terkait pendidikan. Di antaranya Kasi Pendidikan Madrasah yang juga menjabat Plt Penyelenggara Katolik serta Kasi Pendidikan Agama Islam.
Riza menjelaskan, kekurangan guru Agama Kristen dan Katolik menjadi persoalan utama di Banyumas. Kondisi ini berdampak pada pemenuhan hak pendidikan agama bagi siswa di sekolah umum.
Jumlah guru Agama Kristen di Banyumas saat ini tercatat masih terbatas. Total hanya ada 64 orang yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan.
Rinciannya, sebanyak 24 guru di tingkat SD, 19 guru di SMP, dan 21 guru di SMA/SMK. Jumlah tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan yang ada.
BACA JUGA:Kepala Dindikbud Purbalingga Ingatkan 4 Kompetensi Guru untuk Jaga Marwah ASN
Sementara itu, jumlah guru Agama Katolik jauh lebih sedikit. Saat ini hanya tersedia tiga orang guru untuk seluruh wilayah Banyumas.
"Jumlah guru Agama Katolik hanya tiga orang," terang dia.
Kasi Pendidikan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) SMP Dindik Banyumas, Lutfi Hidayat, menekankan pentingnya pendataan yang lebih rinci. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui kebutuhan guru secara akurat.
Ia meminta agar segera dilakukan pendataan sebaran siswa beragama Kristen dan Katolik di sekolah umum. Hal ini penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


