Banner v.2

Pengembang Absen, DPRD Banyumas Bongkar Kasus Banjir, Warga Puri Intan Minta Solusi Cepat

Pengembang Absen, DPRD Banyumas Bongkar Kasus Banjir, Warga Puri Intan Minta Solusi Cepat

PIMPIN AUDIENSI. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas Jasmin, memimpin audiensi. -JUNI R/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas mulai mengurai persoalan banjir yang melanda Perumahan Puri Intan Pabuaran. Namun upaya tersebut diwarnai absennya pihak pengembang dalam audiensi yang digelar bersama warga dan instansi terkait.

Audiensi dilakukan sebagai tindak lanjut dari kunjungan lapangan yang sebelumnya dilakukan Komisi II. Langkah ini diambil setelah adanya aduan warga terkait banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas Jasmin mengatakan audiensi difokuskan untuk menggali persoalan dari berbagai pihak. Warga sebagai pihak terdampak turut hadir untuk menyampaikan keluhan secara langsung.

"Kita rapat dengan warga masyarakat Perum Puri Intan, sebagai pihak terdampak juga pelapor. Juga kami undang dari pihak pengembang khususnya dari PT. Rita Ritelindo ini tidak hadir," kata dia usai audiensi terkait banjir di kawasan Perumahan Puri Intan Pabuaran, Jumat, 24 April 2026.

BACA JUGA:Proyek Kuliner Picu Keluhan Warga Puri Intan Purwokerto

Jasmin menyayangkan ketidakhadiran pihak pengembang dalam forum tersebut. Ia menilai kehadiran pengembang penting untuk mencari solusi bersama atas persoalan yang terjadi.

Menurut informasi yang diterimanya, pihak pengembang berhalangan hadir karena memiliki agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan. Namun alasan tersebut dinilai tidak sebanding dengan urgensi masalah yang dihadapi warga.

"Seharusnya ini ada itikad baiklah dari PT Rita Ritelindo, saat ini harapan kita nantinya permasalahan ini cepat selesai dan clear. Warga yang terdampak tentunya kalau sedang hujan ini tidak was-was, ini karena kaitannya bencana," ujarnya.

Dalam audiensi tersebut, Komisi II lebih memfokuskan pada identifikasi masalah atau belanja persoalan. Sejumlah dinas teknis turut dilibatkan untuk memberikan penjelasan dan masukan.

Instansi yang hadir antara lain DPU, Dinperkim, DLH, DPMPTSP, serta BPBD. Keterlibatan lintas dinas diharapkan dapat mempercepat pemetaan masalah dan solusi.

Hasil audiensi ini belum menghasilkan keputusan final. DPRD memastikan akan melanjutkan pembahasan dalam rapat berikutnya.

"Akan kita tindak lanjuti lagi rapat berikutnya, tanggal 30 April nanti," ujarnya.

Komisi II juga menegaskan komitmennya untuk menciptakan kondisi yang kondusif di Banyumas. Penanganan banjir dinilai penting karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga.

Pertemuan lanjutan diharapkan dapat menghadirkan semua pihak terkait, termasuk pengembang. Dengan demikian, solusi konkret bisa segera disepakati bersama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: