Bibit Kelapa Genjah Dibagikan, Tekan Risiko Penderes di Sumpiuh Banyumas
Penderes antusias mengambil bibit kelapa genjah.-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Usulan bantuan bibit kelapa genjah lokal unggul dari kelompok tani penderes di Kecamatan Sumpiuh akhirnya terealisasi. Sebanyak 3.300 bibit didistribusikan ke tiga desa lengkap dengan pupuk organik.
Penyaluran bantuan ini menyasar kelompok tani di Desa Banjarpanepen, Ketanda, dan Selanegara. Program ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan kerja sekaligus produktivitas penderes.
Ketua Kelompok Tani Maju Jaya 2 Desa Banjarpanepen Dirun Ahmad Nurjahidin mengungkapkan, selama ini penderes menghadapi risiko kecelakaan cukup tinggi. Hal itu karena mereka harus memanjat pohon kelapa dengan ketinggian 6 hingga 15 meter setiap hari.
"Pohon kelapa tinggi risiko berbahaya, sehingga kami mengusulkan bibit genjah," kata Dirun, Jumat (24/4). Ia menyebut kondisi semakin berisiko saat musim hujan karena batang pohon menjadi licin.
BACA JUGA:Rekomendasi Solar Dikebut, Petani di Banyumas Diminta Segera Tanam
Menurut Dirun, bantuan bibit kelapa genjah menjadi solusi jangka panjang. Tanaman ini memiliki karakter lebih pendek sehingga lebih aman untuk dipanjat.
Ia menambahkan, kelompoknya saat ini memproduksi gula kristal sebagai bahan baku ekspor. Produk tersebut memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan gula cetak.
Karena itu, bantuan bibit dari Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian diharapkan menjadi stimulan. Program ini juga diarahkan untuk mendorong regenerasi penderes di masa mendatang.
Penderes yang tergabung dalam Kelompok Tani Maju Jaya 2 terlihat antusias menerima bantuan. Paket yang diterima berupa bibit kelapa genjah dan pupuk organik sesuai luas lahan masing-masing.
BACA JUGA:Tanam Duluan Risiko Mengintai, Petani di Banyumas Diminta Siaga Kemarau
"Semoga anak-anak muda nanti tertarik menderes karena pohon kelapa sudah lebih pendek, tidak lagi memanjat tinggi," ujar Dirun. Harapan ini sejalan dengan upaya menarik minat generasi muda ke sektor pertanian.
Koordinator Penyuluh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sumpiuh Fitriana menjelaskan program ini juga bagian dari peremajaan tanaman. Banyak pohon kelapa lama yang sudah tua dan tidak lagi produktif.
Peremajaan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi. Selain itu, bibit unggul diharapkan mampu meningkatkan hasil dan efisiensi lahan.
"Karena pohon kelapa genjah ini lebih pendek, dapat memberdayakan perempuan juga untuk produktif, bisa ikut menderes," tandas Fitriana. Ia menegaskan program ini juga membuka peluang keterlibatan lebih luas bagi masyarakat. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


