Jelang Idul Adha, 22 Sapi di Padamara Purbalingga Divaksin dan Diberi Obat Cacing Massal
Petugas Puskeswan Purbalingga menyiapkan vaksin, vitamin, dan obat cacing untuk sapi di Desa Padamara jelang Idul Adha.-Alwi Safrudin/Radarmas-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Menjelang Idul Adha, Puskeswan Purbalingga mulai mengintensifkan pengobatan massal ternak untuk mencegah penyakit dan memastikan kelayakan hewan kurban. Di Desa Padamara, sebanyak 22 ekor sapi sudah mendapatkan vaksinasi, vitamin, dan obat cacing dalam satu kali kegiatan.
Program ini menjadi bagian dari target lebih besar, yakni sekitar 100 ekor sapi yang mengikuti pengobatan massal di wilayah tersebut. Setiap kelompok peternak rata-rata memiliki populasi 12 hingga 30 ekor sapi.
Paramedik Puskeswan Purbalingga, Wahyudiono, menyampaikan langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas kesehatan ternak, terutama dari ancaman cacing hati yang kerap muncul menjelang musim kurban.
"Harapannya sapi sehat, bebas cacing hati, dan gemuk-gemuk. Sebagai persiapan Idul Adha, kita memang mengadakan vaksinasi, pengobatan, serta pemantauan kesehatan terutama untuk sapi yang mau dipotong sebagai hewan kurban," ujarnya.
BACA JUGA:Produksi 123 Ribu Liter, BPS Dorong Integrasi Petani–Peternak Sapi Perah di Purbalingga
Ia menjelaskan, peningkatan lalu lintas ternak menjelang Idul Adha membuat risiko penularan penyakit semakin tinggi. Oleh karena itu, vaksinasi dan pengobatan menjadi langkah krusial untuk meminimalkan penyebaran penyakit antarternak.
Dokter Hewan Puskeswan Purbalingga, Retno Endrawati, memastikan ketersediaan obat-obatan masih dalam kondisi aman. Namun, ia menekankan pentingnya memperhatikan jeda waktu pemberian obat sebelum penyembelihan dilakukan.
"Paling tidak obat diberikan satu bulan sebelum hewan dipotong. Obat cacing ini idealnya diberikan secara rutin 4 hingga 6 bulan sekali. Sedangkan untuk vitamin, sifatnya hanya tambahan apabila pertumbuhan atau nafsu makan ternak dirasa kurang," jelasnya.
Selain aspek teknis, program ini juga mendapat respons positif dari peternak. Slamet, perawat ternak dari Lestari Farm, mengaku terbantu karena kesehatan ternak dapat terpantau langsung oleh tenaga medis.
BACA JUGA:Jelang Idul Adha, Stok Sapi di Cilacap Dipastikan Aman
Ia menyebut pemeriksaan rutin tersebut memberikan kepastian bahwa sapi yang dipelihara dalam kondisi sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban. (***)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


