Koreksi LJK SMP/MTs di Banyumas Dikebut, TKAD Mulai Digelar
Kepala SMPN 2 Purwokerto memantau kesiapan mesin scanner pemeriksa LJK TKAD SMP/MTs, Senin (20/4).-YUDHA IMAN/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) SMP/MTs resmi dimulai Senin (20/4). Ribuan lembar jawaban siswa langsung dikebut proses koreksinya dengan target rampung dalam waktu satu minggu.
Sejak hari pertama pelaksanaan, seluruh Lembar Jawab Komputer (LJK) langsung dikumpulkan untuk diproses. Langkah ini dilakukan agar hasil evaluasi akademik bisa segera digunakan oleh satuan pendidikan.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Banyumas, Slamet mengatakan, koreksi LJK dipusatkan di SMPN 2 Purwokerto. Proses tersebut melibatkan tim khusus yang bekerja menggunakan mesin pemindai.
"Koreksi LJK hasil TKAD SMP/MTs dilakukan di SMPN 2 Purwokerto," katanya saat ditemui Radarmas. Ia menyebut proses koreksi dimulai pada Senin (20/4) siang.
BACA JUGA:Koreksi TKAD SD/MI di Banyumas Dikebut, Batas Waktu Hingga Mei
Sebanyak sekitar 60 ribu lembar LJK dikoreksi dalam waktu bersamaan. Seluruh berkas berasal dari berbagai subrayon yang dikumpulkan di satu titik.
"Semua LJK dari subrayon dibawa ke SMPN 2 Purwokerto untuk dikoreksi pukul 14.00 WIB," katanya. Sistem terpusat ini diharapkan mempercepat proses pengolahan nilai.
Slamet menjelaskan, pelaksanaan TKAD SMP/MTs berlangsung selama dua hari hingga Selasa (21/4). Mata pelajaran yang diujikan meliputi Ilmu Pengetahuan Alam dan Bahasa Inggris.
Setelah TKAD selesai, siswa kelas IX masih harus mengikuti rangkaian ujian lainnya. Ujian Sekolah (US) dan Ujian Madrasah (UM) dijadwalkan berlangsung hingga 27 April.
BACA JUGA:TKAD Banyumas Tanpa Susulan, Satu Siswa Ikut Ujian dari Kudus
"Target dari tim pemeriksa dikejar koreksi satu minggu selesai," terang dia. Dengan waktu tersebut, hasil diharapkan segera tersedia untuk kebutuhan pemetaan pendidikan.
Ia menegaskan, hasil TKAD tidak digunakan sebagai penentu dalam seleksi masuk jenjang berikutnya. Fungsi utama nilai tersebut hanya sebagai bahan evaluasi akademik di tingkat daerah.
"Dilanjutkannya hasil TKAD SMP/MTs dibutuhkan oleh satuan pendidikan sebagai pemetaan karena informasinya nilai TKAD tidak digunakan untuk bersaing dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK," jelasnya.
Menurut Slamet, nilai yang digunakan dalam seleksi masuk SMA/SMK adalah Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berskala nasional. Hal ini menjadi acuan utama dalam proses penerimaan siswa baru.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
