Traktor Perahu Mulai Beroperasi di Banyumas, Desa Genjot Produktivitas
Operator kembali menghidupkan mesin traktor perahu setelah jam istirahat, Senin (20/4). Pemerintah Desa Karangjati percepatan tanam untuk ketahanan pangan. -FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Pemerintah Desa Karangjati, Kecamatan Kemranjen, mulai mengoperasikan traktor perahu untuk pengolahan lahan sawah. Inovasi alat dan mesin pertanian ini ditujukan untuk mempercepat proses tanam di musim kemarau.
Penggunaan traktor perahu menjadi langkah strategis desa dalam meningkatkan efisiensi pertanian. Selain itu, inovasi ini juga diharapkan mampu mendorong produktivitas hasil panen petani.
Kepala Desa Karangjati Agus Suprihanto mengatakan, pengadaan traktor perahu bersumber dari dana ketahanan pangan dana desa tahun anggaran 2025. Aset tersebut kini dikelola sebagai unit usaha oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Dana ketahanan pangan dialokasikan untuk menanam komoditas atau sektor peternakan itu high risk. Sehingga, dialokasikan ke bidang jasa," jelas Agus, Senin (20/4) di sawah. Ia menilai langkah ini lebih aman sekaligus produktif bagi desa.
BACA JUGA:Tradisi Bobok Bumbung Bertahan 10 Tahun, PBB Desa Pesanggrahan Cilacap Lunas
Pengadaan traktor perahu disebut telah melalui proses panjang sebelum direalisasikan. Mulai dari perizinan hingga kajian mendalam dilakukan untuk memastikan efektivitas program.
Agus menjelaskan, pihaknya telah mengantongi izin dari Dinas Sosial Kabupaten Banyumas. Selain itu, studi tiru dan analisis juga dilakukan sebelum memutuskan pembelian.
Lantaran proses tersebut, traktor perahu baru dapat dioperasikan pada musim tanam kemarau 2026. Hasil awal penggunaan dinilai sesuai harapan karena lebih efektif dan efisien dibandingkan hand traktor.
Dalam pengoperasiannya, traktor perahu mampu mengolah lahan lebih cepat. Rata-rata waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 2,5 hingga 3 jam per hektare, tergantung kondisi lahan dan keterampilan operator.
"Di musim tanam ini, uji coba traktor perahu di sawah bengkok desa dulu. Ke depan, BUMDes yang mengelola dengan sistem sewa," sambung Agus. Skema ini diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi desa.
Total luas areal persawahan di Desa Karangjati mencapai 125 hektare. Dengan adanya traktor perahu, pengolahan lahan diharapkan menjadi lebih cepat dan merata.
Hal ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas panen petani secara signifikan. Dampaknya, kesejahteraan petani pun diharapkan ikut meningkat seiring terwujudnya ketahanan pangan.
Di sisi lain, BUMDes Karangjati yang bergerak di bidang jasa juga berpotensi mengalami peningkatan pendapatan. Unit usaha penyewaan traktor perahu menjadi peluang baru bagi desa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
