Perpadi Purbalingga Dukung Raperda Perumda Puspahastama, Dorong Peran Lebih Luas hingga Solusi Pupuk dan Bibit
Ketua Perpadi Purbalingga, Agus Priyanto usai memberikan pandangan dalam forum public hearing Raperda Perumda Puspahastama.-Alwi Safrudin/Radarmas-
PURBALINGGA – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Puspahastama mendapat dukungan dari Perhimpunan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Purbalingga dalam forum public hearing bersama Pansus XVII DPRD Purbalingga, Rabu (15/4/2026).
Perpadi menilai Raperda tersebut membuka ruang baru bagi penguatan sektor pertanian dan tata niaga beras di daerah.
Ketua Perpadi Purbalingga, Agus Priyanto, menyebut Raperda ini sebagai peluang strategis bagi petani lokal untuk masuk dalam rantai pasok Perumda.
"Kami menyambut baik adanya Raperda ini. Tentu ini membuka peluang bagi petani padi di Kabupaten Purbalingga untuk ikut ambil bagian menjadi pemasok beras ke Perumda Puspahastama," tuturnya.
BACA JUGA:DPRD Purbalingga Bentuk 4 Pansus, Godok LKPJ 2025 dan 3 Raperda Sekaligus
Perpadi juga mendorong agar Perumda tidak hanya berfokus pada penyerapan gabah dan beras, tetapi memperluas peran dalam sektor hulu pertanian.
Agus menekankan pentingnya keterlibatan Perumda dalam penyediaan bibit padi unggul untuk meningkatkan produktivitas petani.
"Kami berharap Perumda tidak hanya menjadi penampung hasil panen. Tapi juga ikut berkontribusi dalam penyediaan bibit padi berkualitas, agar hasil pertanian di Purbalingga semakin maksimal," tambah Agus.
Perpadi menilai kolaborasi antara kelompok tani, pelaku penggilingan padi, dan Perumda dapat menciptakan kepastian pasar sekaligus stabilitas pasokan beras daerah.
BACA JUGA:Perlindungan Anak hingga Aset Daerah, Pemkab Purbalingga Serahkan Tiga Raperda ke DPRD
Sinergi tersebut dinilai dapat memperkuat ekosistem pertanian berbasis kemitraan yang saling menguntungkan.
Agus juga menyoroti perlunya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani melalui pelatihan dan pendampingan teknis dari dinas terkait.
Menurutnya, peningkatan kompetensi petani menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pertanian modern.
Persoalan kelangkaan pupuk turut menjadi sorotan utama Perpadi yang dinilai masih menjadi hambatan serius bagi petani di lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
