TKAD Banyumas Tanpa Susulan, Satu Siswa Ikut Ujian dari Kudus
Pengawasan satu peserta didik MI Negeri 1 Banyumas yang mengikuti TKAD dari Kudus melalui video call, Senin (13/4).-PANITIA TKAD UNTUK RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) tingkat SD/MI di Kabupaten Banyumas resmi dimulai Senin (13/4). Pelaksanaan di wilayah Korwilcam Purwokerto Timur berlangsung tanpa jadwal susulan bagi peserta.
Di MI Negeri 1 Banyumas, pelaksanaan TKAD berjalan lancar meski terdapat satu peserta yang mengikuti ujian dari luar daerah. Peserta didik tersebut mengikuti ujian dari Kudus karena sedang menjalani pelatihan bulutangkis terpusat.
Pelaksanaan TKAD di sekolah tersebut masih menggunakan model kertas dan pena. Sementara soal ujian dikirimkan melalui handphone untuk kemudian dikerjakan peserta.
Ketua Panitia TKAD MI Negeri 1 Banyumas, H. Heru Budi Santoso, S.Pd, M.Pd, menjelaskan bahwa siswanya tidak mendapat izin pulang ke Banyumas. Oleh karena itu, ujian tetap dilaksanakan dari asrama tempat siswa tersebut berlatih.
BACA JUGA:Hasil TKAD Pengganti Nilai Ujian Madrasah, MTs Banyumas Siap Ikut Ujian Daerah
"Koordinasi dengan Korwil, peserta didik agar tetap mengikuti TKAD hari ini (Senin) untuk mapel Pendidikan Pancasila dan besok, Selasa (14/4) IPA Sosial," katanya ditemui Radarmas, Senin (13/4). Ia menegaskan pelaksanaan dilakukan dengan pengawasan ketat.
Ujian jarak jauh tersebut diawasi melalui video call oleh pengawas. Hal ini dilakukan untuk memastikan peserta tetap mengikuti ujian sesuai prosedur yang berlaku.
Heru memastikan bahwa meskipun dilaksanakan secara jarak jauh, hasil ujian tetap dapat dipertanggungjawabkan. Lembar jawaban dikirim melalui handphone untuk selanjutnya dikoreksi secara manual di Korwil pada bulan depan.
Ia menambahkan bahwa setelah TKAD, siswa kelas VI akan melanjutkan agenda berikutnya. Mereka dijadwalkan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada pekan depan.
BACA JUGA:Siswa Putus Sekolah Ikuti Ujian Paket C, Pokjar Tambak Banyumas Siapkan Lulusan Perdana
"Untuk TKA karena menjadi program nasional anak diijinkan pulang ke Banyumas. Kalau TKAD tidak semua kabupaten/kota melaksanakan," terang dia. Ia menjelaskan perbedaan kebijakan antara TKAD dan TKA.
Terkait jumlah peserta, Heru menyebutkan bahwa siswa kelas VI yang mengikuti TKAD berjumlah 131 anak. Mereka dibagi ke dalam tujuh ruang ujian untuk menjaga kondusivitas pelaksanaan.
Selama pelaksanaan TKAD, kegiatan belajar siswa kelas I hingga V diliburkan sementara. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan ujian berjalan lebih fokus dan tertib.
Pengawasan ujian juga melibatkan pengawas silang dari SD Kranji dan Sokanegara. Sistem ini diterapkan untuk menjaga objektivitas dan transparansi pelaksanaan ujian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
