Meski Berbayar, 75 Persen Calon Haji Purbalingga Pilih Vaksin Influenza
Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji DinkesPPKB Purbalingga, Rohayanih.-Alwi Safrudin/Radarmas-
PURBALINGGA – Sebanyak 75 persen dari total 600 calon haji dan petugas pendamping haji di Purbalingga telah menjalani vaksinasi influenza. Padahal, vaksin tersebut bersifat tidak wajib dan berbayar.
Antusiasme tinggi ini menunjukkan kesadaran jamaah terhadap pentingnya perlindungan kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Vaksin influenza menjadi pelengkap dari vaksin wajib yang telah ditentukan pemerintah.
Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji DinkesPPKB Purbalingga, Rohayanih, mengatakan vaksin influenza sangat dianjurkan bagi jamaah. Vaksin ini membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit pernapasan seperti batuk dan pilek.
"Kita sarankan kepada jamaah untuk vaksinasi influenza. Alhamdulillah antusiasme masyarakat Purbalingga tinggi. Karena tidak wajib, pemerintah belum menyediakan secara gratis. Jamaah harus membayar di rentang Rp 225 ribu sampai Rp 250 ribu sekali dosis," jelasnya, Minggu (12/4/2026).
BACA JUGA:28 Calon Haji Bukateja Purbalingga Jalani Vaksinasi Polio dan Meningitis, Satu Tertunda karena Sakit
Selain vaksin influenza, jamaah juga wajib menjalani vaksinasi polio (IPV) dan meningitis sebelum keberangkatan. Kedua vaksin tersebut menjadi syarat utama dalam pelaksanaan ibadah haji.
Pelaksanaan vaksinasi influenza dilakukan bekerja sama dengan laboratorium di rumah sakit swasta. Layanan ini belum tersedia di puskesmas karena masih membutuhkan regulasi tarif dari pemerintah daerah.
"Dikarenakan berbayar, kita bekerja sama dengan rumah sakit swasta. Untuk di puskesmas belum tersedia karena harus ada aturan daerah terkait tarif," katanya.
Upaya vaksinasi ini menjadi bagian dari langkah preventif agar jamaah tetap sehat selama berada di Tanah Suci. Kondisi fisik yang prima dinilai penting agar ibadah dapat dijalankan secara maksimal.
BACA JUGA:Vaksinasi Polio Calon Haji Dikebut, Puskesmas di Banyumas Jadwalkan Imunisasi Pasca Lebaran
"Pencegahan preventif itu penting, agar ketika jamaah di sana bisa melaksanakan rukun haji dengan tenang," tambahnya.
Seluruh data vaksinasi jamaah, termasuk vaksin influenza, tetap tercatat dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes). Input data dilakukan oleh programmer kesehatan haji di masing-masing puskesmas.
"Untuk vaksin IPV, meningitis, dan Covid itu diinput vaksinasi haji. Sementara vaksinasi lain disebut bukan vaksinasi haji," terangnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
