Universitas Amikom Purwokerto Tambah Satu Guru Besar
Pengukuhan guru besar kedua Universitas Amikom Purwokerto, Sabtu (11/4).-YUDHA IMAN/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Terus berkembang, Universitas Amikom Purwokerto sudah memiliki dua guru besar.
Setelah Prof. Dr. Taqwa Hariguna, S.T, M.Kom dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang manajemen data science dikukuhkan awal tahun lalu, kemarin (Sabtu) menyusul Prof. Dr. Imam Tahyudin, S.Si, M.Kom, M.M untuk bidang machine learning biomedis.
Hadir dalam pengukuhan Pembina, Ketua dan Wakil Ketua Yayasan Amikom Purwokerto, Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, Sekda Banyumas, Rektor Unsoed, Rektor UIN Saizu, Wakil Ketua DPRD Jateng, Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Direktur RSUD Banyumas dan tamu undangan kehormatan lain diantaranya Prof. Hidetaka Nambo dari Kanazawa University, Jepang.
Rektor Universitas Amikom Purwokerto, Assoc. Prof. Dr. Berlilana, M.Kom., M.Si menyampaikan Prof. Dr. Imam Tahyudin, S.Si, M.Kom, M.M adalah guru besar kedua di Unuversitas Amikom Purwokerto. Sesuai roadmap, semua dosen didorong menjadi guru besar dimana saat ini 23 persen dosen Universitas Amikom Purwokerto telah berkualifikasi Doktor.
"Pengukuhan guru besar bukanlah akhir pencapaian. Teruslah berkembang guna mencerdaskan anak bangsa khususnya Kampus Universitas Amikom Purwokerto," katanya.
Rektor menjelaskan Universitas Amikom Purwokerto ke depan berancang-ancang melebarkan sayap membuka program studi Doktoral. Dengan kerja keras segenap pimpinan, dosen dan karyawan serta dukungan dari yayasan, pihaknya optimis Amikom Purwokerto dapat selalu berkembang.
"Perluasan kampus di Banyumas terus diupayakan setelah dibukanya kampus Amikom di Kota Cilacap," terang dia.
Mengangkat orasi ilmiah berjudul " Machine Learning Biomedis Untuk Mendukung Transformasi Kesehatan di Indonesia studi kasus penyakit Stroke, Prof. Dr. Imam Tahyudin, S.Si, M.Kom, M.M dalam kesimpulannya menyatakan machine learning biomedis memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung transformasi layanan kesehatan khususnya dalam penanganan penyakit stroke di Indonesia. Teknologi ini mampu mengolah data kesehatan yang kompleks menjadi informasi yang bermanfaat. Stroke dapat dicegah jika gejalanya dikenali lebih dini.
"Teknologi digunakan untuk memprediksi potensi stroke melalui sistem berbasis data sehingga masyarakat dapat mengetahui tingkat resiko kesehatan sejak awal," pungkasnya. (yda/ads)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
