Banner v.2

SPMB MI di Purwokerto Rampung Lebih Dulu, Daftar Ulang Sudah Berjalan

SPMB MI di Purwokerto Rampung Lebih Dulu, Daftar Ulang Sudah Berjalan

Pengumuman hasil SPMB MI Negeri di Purwokerto pekan ini.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID —Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Madrasah Ibtidaiyah Negeri di PURWOKERTO selesai lebih awal dibanding sekolah lain di Banyumas. Pada Jumat (10/4), proses bahkan sudah masuk tahap daftar ulang.

Di saat sejumlah madrasah lain masih membuka pendaftaran, MI Negeri justru telah menuntaskan seluruh tahapan seleksi. Kondisi ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan berbasis madrasah.

Kepala MI Negeri 1 Banyumas, H. Mahruri, S.HI, menegaskan pihaknya tidak pernah menganggap madrasahnya sebagai favorit. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi faktor utama banyaknya pendaftar setiap tahun.

Dari total 305 pendaftar, hanya 140 murid yang diterima melalui proses seleksi. Jumlah tersebut menunjukkan adanya persaingan ketat dalam penerimaan siswa baru.

BACA JUGA:SPMB Perdana SLB Negeri Purwokerto Terima 27 Siswa

"Sudah diumumkan Rabu (8/4). Hari ini (Jumat) masih berproses untuk daftar ulang," katanya.

Mahruri menjelaskan, sebelum SPMB dibuka, sudah banyak orangtua yang menitipkan nama anaknya. Sekitar 90 persen dari mereka akhirnya mengikuti proses pendaftaran secara online.

Seluruh data pendaftar tercatat dengan rapi dalam pembukuan madrasah. Hal ini dilakukan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam proses penerimaan.

Ia menegaskan, hasil seleksi murni berdasarkan tes, wawancara, dan observasi terhadap anak serta orangtua. Tidak ada intervensi dalam proses penilaian yang dilakukan panitia.

"Keputusan di panitia. Yang menilai panitia. Kepala madrasah hanya mengesahkan hasil SPMB," terang dia.

Terkait sumbangan, pihak madrasah menegaskan tidak ada ketentuan nominal yang dipatok. Orangtua diberikan kebebasan untuk menyumbang sesuai kemampuan masing-masing.

Sejak tahap observasi, panitia telah menjelaskan program madrasah beserta pembiayaan yang bisa dan tidak bisa ditanggung melalui dana BOS. Transparansi ini diharapkan memberi pemahaman yang jelas kepada orangtua.

"Besar kecilnya sumbangan tidak menentukan lolos tidaknya anak," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Banyumas, Dr. H.M Wahyu Fauzi Aziz, SH, M.Si, menyebut tingginya minat tidak hanya terjadi di MI Negeri. Berdasarkan pantauannya, pendaftar di MTs Negeri juga meningkat signifikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: