Banner v.2

Akses Rusak Setahun, Jalur Kejawar Banyumas Gelap dan Berlubang

Akses Rusak Setahun, Jalur Kejawar Banyumas Gelap dan Berlubang

Pintu masuk Desa Kejawar selain terdapat kerusakan ruas jalan kabupaten, kondisi diperparah oleh lampu penerang jalan umum mati. -SETYA UNTUK RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Warga Desa Kejawar, Kecamatan BANYUMAS, mengeluhkan kondisi ruas jalan kabupaten yang rusak parah dan belum kunjung diperbaiki. Kerusakan yang berlangsung lebih dari satu tahun itu kini diperparah dengan lampu penerang jalan umum (LPJU) yang mati.

Sepanjang sekitar 500 meter, jalan dipenuhi lubang berukuran cukup besar yang membahayakan pengguna jalan. Kondisi tersebut membuat akses utama warga terganggu, terutama saat melintas pada malam hari.

Warga setempat, Setya, menyampaikan kerusakan jalan kabupaten dimulai dari pintu masuk Desa Kejawar. Di sepanjang ruas itu terdapat pondok pesantren serta gedung koperasi merah putih yang menjadi titik aktivitas masyarakat.

“Jalan kabupaten ini muka dari Desa Kejawar, sudah lebih dari satu tahun rusak dan belum ada perbaikan apapun,” kata Setya, Jumat (10/4). Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan kurangnya perhatian terhadap infrastruktur dasar desa.

BACA JUGA:Krisis Timur Tengah Picu Kenaikan Aspal, Proyek Jalan Rp 28,4 Miliar di Purbalingga Dievaluasi

Ruas jalan tersebut juga menjadi akses menuju Embung Kejawar yang memiliki fungsi penting bagi masyarakat. Selain untuk pengairan sektor pertanian, kawasan embung juga dimanfaatkan sebagai sarana publik seperti jogging track dan tempat olahraga.

Tidak hanya warga lokal, lokasi itu juga sering dikunjungi siswa sekolah dan masyarakat umum. Hal ini membuat kondisi jalan yang rusak menjadi semakin berisiko bagi banyak pengguna.

Saat intensitas hujan tinggi, lubang-lubang di jalan tertutup genangan air sehingga sulit terlihat. Pengguna jalan pun harus meningkatkan kewaspadaan agar tidak tergelincir atau terperosok.

Kondisi semakin berbahaya karena lampu penerang jalan umum di ruas tersebut juga tidak berfungsi. Akibatnya, suasana menjadi gelap gulita pada malam hari dan menyulitkan pengendara yang melintas.

Warga bahkan pernah menolong pengguna jalan dari luar desa yang terjatuh akibat sepeda motor terperosok ke dalam lubang. Insiden tersebut terjadi karena minimnya penerangan dan kurangnya penguasaan medan oleh pengendara.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan terhadap kerusakan jalan tersebut. Selain sebagai akses utama aktivitas harian, jalur ini juga menjadi alternatif bagi pengguna jalan lintas wilayah.

“Kami berharap kerusakan jalan kabupaten mendapatkan penanganan, Lampu mati juga sudah dilaporkan ke dinas perhubungan,” tandas Setya. Ia berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti demi keselamatan pengguna jalan. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: