Waspada Campak di Purbalingga, DinkesPPKB Tegaskan Vaksin Jangan Ditolak
Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi DinkesPPKB Purbalingga, dr. Devvy Herawati Silayuningsih.-Alwi Safrudin/Radarmas-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – DinkesPPKB Kabupaten Purbalingga mengingatkan ancaman penyakit campak yang sangat mudah menular dan berpotensi mematikan jika tidak diantisipasi sejak dini.
Masyarakat diminta tidak menolak vaksinasi karena risiko penyebaran dan dampak fatalnya tidak hanya mengancam individu, tetapi juga lingkungan sekitar.
Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi DinkesPPKB Purbalingga, dr. Devvy Herawati Silayuningsih, menegaskan imunisasi merupakan langkah pencegahan paling efektif dengan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan risikonya.
Ia juga menekankan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan imunisasi halal, sehingga tidak ada alasan untuk menolak program vaksinasi.
BACA JUGA:Kasus Campak Purbalingga Naik Tajam: 12 Positif dari 30 Sampel, Penolakan Imunisasi Disorot
“Himbauan kepada masyarakat jangan menolak vaksin. Bagi yang menolak vaksin, hal itu sama saja bisa menyebabkan kematian bagi orang lain,” ungkapnya, Rabu (8/4/2026).
Ancaman campak bukan sekadar teori, terbukti dari kasus di Cianjur, Jawa Barat, di mana seorang dokter muda berusia di atas 25 tahun meninggal dunia akibat komplikasi paru-paru.
Kasus tersebut menunjukkan campak dapat berujung fatal, terutama jika penanganan terlambat atau daya tahan tubuh lemah.
DinkesPPKB menjelaskan, campak menyebar sangat cepat melalui droplet atau percikan ludah dari penderita.
BACA JUGA:Empat Wilayah di Cilacap Ditetapkan KLB Campak, Perluas Vaksinasi ORI untuk Tekan Penyebaran
Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat memicu komplikasi serius seperti diare akut, pneumonia, radang otak, hingga kematian.
Gejala awal yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya koplik spots di dalam mulut.
Selanjutnya, ruam merah akan muncul dari belakang telinga dan menyebar cepat ke seluruh tubuh.
“Kalau ada indikasi gejala campak, segera melapor ke Puskesmas, lakukan isolasi mandiri, dan selalu kenakan masker,” tegasnya. (***)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
