Banner v.2

Perang Global Picu Harga Plastik Naik, Pelaku Usaha Banyumas Mulai Terdampak

Perang Global Picu Harga Plastik Naik, Pelaku Usaha Banyumas Mulai Terdampak

Harga kantong kresek mengalami kenaikan signifikan terpaut sampai Rp 10 ribu dari sebelumnya, Jum'at (27/3).-SUGENG UNTUK RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Dampak konflik antara IsraelAmerika Serikat melawan Iran mulai terasa hingga ke tingkat lokal. Kenaikan harga bahan baku plastik menjadi salah satu efek nyata yang kini dirasakan pelaku usaha di wilayah Banyumas timur.

Ketidakstabilan global akibat perang tersebut perlahan merembet ke sektor ekonomi mikro. Masyarakat dan pelaku usaha kecil mulai menghadapi kenaikan biaya produksi yang berdampak langsung pada harga jual produk sehari-hari.

Pemilik usaha sedotan di Kecamatan Kemranjen, Ahmas Faiz, mengungkapkan sejak H+2 insiden perang terjadi, harga biji plastik mengalami kenaikan. Kondisi ini langsung menjadi perhatian di kalangan pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku tersebut.

Menurut Faiz, biji plastik memiliki keterkaitan erat dengan industri minyak bumi. Hal itu membuat harganya sensitif terhadap gejolak global, terutama konflik yang melibatkan negara penghasil minyak.

BACA JUGA:Kapal Perang Australia Sandar di Cilacap, Singgah Sementara untuk Isi Bahan Bakar dan Logistik

"Setahu saya, biji plastik ori berasal dari endapan minyak," kata Faiz.

Tidak hanya biji plastik murni, bahan baku daur ulang juga ikut terdampak. Faiz menyebut harga biji plastik recycle naik sekitar Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per kilogram.

Kenaikan tersebut berdampak langsung pada biaya produksi. Produk sedotan yang dihasilkan pun tidak bisa lepas dari penyesuaian harga agar usaha tetap berjalan.

Di sisi lain, dampak serupa juga dirasakan pedagang kebutuhan harian. Kenaikan harga plastik tidak hanya terjadi di sektor industri, tetapi juga merambah ke kebutuhan dasar masyarakat.

BACA JUGA:Warga Cilacap Diimbau Tidak Main Petasan dan Perang Sarung

Pedagang sayur di Kecamatan Sumpiuh, Sugeng, mengaku terkejut dengan lonjakan harga kantong plastik kresek. Selisih harga bahkan mencapai Rp 10 ribu per pak dibandingkan sebelumnya.

"Plastik kresek yang tadinya Rp 29 ribu sekarang jadi Rp 39 ribu. Belum tahu pasti karena imbas perang dan momen lebaran jadi naik harganya," tukas Sugeng.

Meski harga naik cukup signifikan, Sugeng tetap mempertahankan pelayanan kepada pelanggan. Ia masih memberikan kantong plastik secara gratis bagi pembeli di kios grosir maupun eceran miliknya.

Langkah tersebut diambil karena kebiasaan konsumen yang masih bergantung pada plastik kresek. Sebagian besar pembeli belum terbiasa membawa wadah sendiri saat berbelanja.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait