Oleh-Oleh Purwokerto Laris Saat Arus Balik, Mendoan Jadi Pilihan Pemudik
Dua hari pasca masuk kerja usai libur lebaran, Kamis (26/3) pusat oleh-oleh Sawangan masih didatangi pemudik yang hendak kembali ke rantau.-YUDHA IMAN/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Musim balik Lebaran Idul Fitri tak terpisahkan dengan buah tangan atau oleh-oleh yang dibawa pemudik kembali ke perantauan. Di Purwokerto, pembelian oleh-oleh ramai mulai H+2 Lebaran.
Pemudik tujuan Sumatera, Rince Agustina mengatakan sama seperti saat pergi mudik ke Banyumas, buah tangan atau oleh-oleh pun dibawa ke rantau untuk dibagikan ke tetangga dan rekan kerja. Tidak perlu banyak, oleh-oleh khas Purwokerto seperti mendoan cukup.
"Mendoan beli mentah. Kuat untuk perjalanan satu hari satu malam," katanya pada Radarmas, Kamis (26/3). Ia menilai mendoan menjadi pilihan praktis untuk perjalanan jauh.
Pemudik asal Kebasen, Yoto Pujadi menyampaikan baru kembali ke Depok di atas tanggal 25 Maret. Bekerja di sektor swasta, dirinya dan keluarga tidak memburu waktu untuk sampai di rantau.
BACA JUGA:Di Balik Dering 110: Kisah Pengabdian Operator di Arus Mudik Lebaran
Berbicara oleh-oleh, produk khas seperti gembus praktis dibawa dan relatif lebih kuat di jalan. Ia menyebut pilihan oleh-oleh kini menyesuaikan daya tahan selama perjalanan.
"Mendoan sudah biasa. Keripik tempe dan gembus dari kampung pas," terang dia. Ia menambahkan oleh-oleh sederhana tetap diminati karena khas daerah.
Admin Pusat Oleh-Oleh ECO21, Puspa Widi mengungkapkan pembelian oleh-oleh oleh pemudik mulai ramai di H+2 lebaran atau Minggu (22/3). Tetap buka di hari H lebaran, pembelian oleh-oleh di hari H lebaran cenderung landai.
"Mendekati lebaran sampai hari H belum ramai pembeli. H+2 mulai ramai," jawab dia. Ia menyebut tren pembelian meningkat seiring arus balik pemudik.
BACA JUGA:Fatalitas Mudik Turun 28 Persen, Jasa Raharja Catat Penurunan Kecelakaan 2026
Widi menjelaskan mendoan masih menjadi primadona oleh-oleh yang dibeli pemudik untuk dibawa balik ke rantau. Untuk mendoan matang ada yang membeli untuk bekal di perjalanan.
Disinggung mengenai perbandingan penjualan dibandingkan tahun lalu, untuk itu masih menunggu sampai musim libur lebaran tahun ini tuntas pada awal pekan depan menyesuaikan waktu kembali masuk sekolah. Ia menilai evaluasi penjualan dilakukan setelah periode liburan selesai.
"Di musim libur lebaran, kebutuhan tempe sampai seribu piece. Kalau dibawa hari ini (Kamis), mendoan bisa bertahan sampai Sabtu (28/3). Untuk pemudik balik tujuan seperti Jabodetabek aman," pungkasnya. Ia memastikan daya tahan produk masih aman untuk perjalanan jauh.***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

