Banner v.2

Jembatan Sasak Banyumas Diusulkan Permanen, Dukung Akses Perekonomian Desa

Jembatan Sasak Banyumas Diusulkan Permanen, Dukung Akses Perekonomian Desa

Komplek Pasar Desa Selanegara terdapat lahan masih belum dimanfaatkan rencananya bakal dibangun gerai KDMP, Selasa (10/3). -FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pemerintah Desa Selanegara, Kecamatan Sumpiuh, mendorong pembangunan jembatan permanen pengganti jembatan sasak di Gerumbul Karang Tanjung, Dusun 3. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memperlancar akses masyarakat menuju pusat perekonomian desa.

Kepala Desa Selanegara, Imam Susanto mengatakan jembatan sasak yang ada saat ini menjadi jalur vital bagi warga. Selain memperpendek jarak tempuh, jembatan itu juga menjadi penghubung utama masyarakat menuju kawasan pasar desa.

"Kalau jembatan sasak diganti permanen maka akan memudahkan lalu lintas warga ke pusat perekonomian termasuk KDMP nanti," kata Imam Susanto, Selasa (10/3).

Menurutnya, kebutuhan jembatan permanen semakin mendesak seiring rencana pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di kompleks Pasar Desa Selanegara. Keberadaan jembatan yang lebih kuat dinilai akan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar pasar.

BACA JUGA:Warga Tlahab Lor Purbalingga Keluhkan Jalan 15 Tahun Rusak, Wabup: Bisa Patching atau Diusulkan Paket Berkala

Selama ini kompleks Pasar Desa Selanegara menjadi pusat kegiatan perdagangan warga. Lokasinya juga cukup strategis karena berada di jalur yang ramai sehingga mudah diakses masyarakat dari berbagai wilayah sekitar.

Imam menjelaskan pembangunan gedung KDMP di kompleks pasar tersebut telah disepakati melalui musyawarah desa. Lokasi itu dipilih karena dianggap paling potensial untuk mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat.

"Lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di komplek pasar desa merupakan hasil musyawarah desa," jelasnya.

Jembatan sasak di Karang Tanjung sendiri sudah digunakan masyarakat sejak sebelum tahun 1970-an. Selain berfungsi sebagai akses utama warga, jembatan tersebut juga memiliki nilai sejarah karena berkaitan dengan jejak perjuangan Pangeran Diponegoro di wilayah tersebut.

BACA JUGA:130 SD Negeri di Banyumas Diusulkan Direvitalisasi, Kepastian Penerima Bantuan Masih Tunggu Pusat

Namun kondisi jembatan yang terbuat dari bambu dinilai kurang efektif untuk jangka panjang. Material bambu mudah lapuk sehingga masa pakainya terbatas dan biasanya hanya bertahan sekitar dua tahun.

Karena itu, pemerintah desa berharap pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan oleh instansi terkait. Keberadaan jembatan yang lebih kuat diharapkan mampu mendukung mobilitas warga sekaligus menguatkan sektor ekonomi desa.

"Semoga usulan jembatan permanen pengganti sasak segera terealisasi oleh instansi terkait," harap Imam. ***

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: