Banner v.2

REI Jawa Tengah Siap Dukung Program Nasional 3 Juta Rumah

REI Jawa Tengah Siap Dukung Program Nasional 3 Juta Rumah

Ketua REI Banyumas Raya didampingi Ketua REI Jawa Tengah memberikan santunan kepada anak yatim piatu di D'Pari Resto Purbalingga.-Budi Cahyo Utomo/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah menyatakan kesiapan mendukung program nasional tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo. Dalam program tersebut, REI Jawa Tengah menargetkan pembangunan 30 ribu rumah.

Ketua DPD REI Jawa Tengah Harmawan Mardiyanto mengatakan, secara nasional REI mendapat kuota pembangunan 440 ribu rumah pada tahun ini.

“Di Jawa Tengah, kami menargetkan penyediaan 30 ribu rumah. Tidak hanya REI, ada 15 asosiasi perumahan yang akan bareng-bareng menyukseskan program ini,” ujarnya saat acara buka bersama dan santunan anak yatim di D’Pari Resto, Babakan, Purbalingga, Rabu (4/3).

Dia menjelaskan, REI sebagai asosiasi pengembang memiliki tanggung jawab menyediakan perumahan, terutama di kawasan perkotaan. Program tersebut diharapkan mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat.

Namun, sejumlah kendala masih dihadapi pengembang dalam merealisasikan pembangunan perumahan. Salah satunya terkait status lahan yang kerap berubah saat proses perizinan berlangsung.

“Lahan yang sudah dibeli pengembang saat dicek tata ruangnya kuning atau untuk permukiman. Namun setelah izin berjalan malah terkunci di LSD atau lahan sawah dilindungi,” jelasnya.

Selain itu, proses perizinan di daerah juga dinilai belum seragam dan sering memakan waktu lama. Beberapa daerah dinilai cukup kondusif, tetapi ada juga yang prosesnya masih lambat.

“Ada yang terkait zona, persetujuan bangunan gedung (PBG) dan lainnya. Di beberapa daerah termasuk Banyumas Raya sudah cukup kondusif, tapi ada juga yang pengurusannya lama,” tambahnya.

Kondisi ekonomi masyarakat juga menjadi faktor yang memengaruhi penyerapan rumah. Sejumlah pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terkendala catatan pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

“Ada pengajuan KPR yang terkendala karena pinjaman online atau paylater meskipun nominalnya kecil. Namun beberapa bank mensyaratkan hal itu harus diselesaikan dulu,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua REI Banyumas Raya Dhoni Kurniawan mengatakan kegiatan buka bersama sekaligus santunan anak yatim merupakan agenda rutin tahunan organisasi.

“Di DPD REI Jawa Tengah santunan diberikan kepada 750 anak yatim, sedangkan untuk wilayah Banyumas Raya ada sekitar 200 anak yatim yang menerima santunan,” ungkapnya. (pro)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: