Warga Kesugihan Cilacap Serbu Pasar Murah, Pemkab Siapkan Subsidi Rp 30 Ribu Per Paket
Bupati melayani masyarakat Cilacap yang tampak antusias membeli sembako dengan harga dibawah pasaran.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Ribuan warga memadati Lapangan Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, untuk mengikuti kegiatan Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Cilacap, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah, dalam membantu masyarakat di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasaran.
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, hadir langsung di lokasi untuk memantau jalannya kegiatan serta memastikan distribusi sembako berjalan tertib.
"Puluhan ribu warga yang datang hari ini menunjukkan, pasar murah memang sangat dibutuhkan. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata upaya kami membantu masyarakat dan menekan inflasi," ujar Syamsul.
BACA JUGA:Pemkab Cilacap Bakal Gelar Pasar Murah, Siapkan 3.000 Paket Sembako Murah
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 60 stan yang terdiri dari dinas dan instansi pemerintah daerah, instansi vertikal seperti Kodim, Polresta, dan Lanal, serta BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta.
Sejumlah komoditas yang dijual dalam pasar murah antara lain beras medium dan premium, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, serta berbagai produk UMKM lokal.
Pemerintah Kabupaten Cilacap juga menyiapkan 15.000 paket sembako bersubsidi. Setiap paket mendapat subsidi sebesar Rp30.000.
"Dalam satu paket sudah termasuk beras, gula, dan minyak goreng. Kami pastikan kualitasnya baik dan harganya lebih terjangkau dibandingkan harga pasar," jelasnya.
BACA JUGA:Ketersediaan dan Harga Beras di Kabupaten Cilacap Dipastikan Terkendali
Selain bahan pangan, tersedia pula pakaian pantas pakai yang dijual dengan harga Rp5.000 hingga Rp10.000 untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sandang.
Bupati menambahkan, kegiatan pasar murah ini akan digelar secara bertahap di 24 kecamatan di Kabupaten Cilacap sebagai langkah menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Lebaran.
"Biasanya menjelang Ramadan dan Lebaran harga naik. Karena itu, kami mulai dari sekarang agar masyarakat tetap tenang karena stok tersedia dan harga lebih terjangkau," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
