Banner v.2

Pembangunan Jembatan Logawa Capai 30 Persen, Target Fungsional Pertengahan Tahun

Pembangunan Jembatan Logawa Capai 30 Persen, Target Fungsional Pertengahan Tahun

ON PROGRES. Pembangunan Jembatan Permanen Sungai Logawa Sidabowa - Karanganyar, on progres.-PPK 2.2 UNTUK RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Pembangunan Jembatan Permanen Sungai Logawa yang menghubungkan SidabowaKaranganyar terus dikebut dan kini telah mencapai progres 30 persen. Proyek strategis tersebut ditargetkan sudah bisa digunakan masyarakat pada pertengahan tahun ini.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Jawa Tengah, Nandang Sungkono, menyebut pekerjaan berjalan sesuai jadwal. Ia optimistis jembatan dapat difungsikan sekitar Juli atau Agustus mendatang.

"Pertengahan tahun. Juli atau Agustus sudah bisa digunakan," kata Nandang.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan permanen ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai Rp 29 miliar. Anggaran tersebut mencakup konstruksi utama jembatan hingga akses jalan pendukung di kedua sisi.

BACA JUGA:Putus Bertahun-tahun, Akses Desa Serang–Winong Kini Tersambung Lewat Jembatan Merah Putih Presisi

"Lebarnya 6 meter, panjang total 85 meter. Lebar akses jalan ke sisi Sidabowa sekitar 300 meter, Karanganyar 200 meter," ujarnya.

Menurut Nandang, seluruh tahapan pekerjaan saat ini masih berjalan on the track tanpa kendala berarti. Struktur jembatan ini nantinya akan menggantikan Jembatan Gantung Sidabowa yang selama ini digunakan warga.

"Sekarang posisi persiapan pondasi untuk abutment. Pilar sudah, setelah pondasi baru abutment, baru kita pasang rangkai," paparnya.

Dengan desain permanen dan konstruksi lebih kokoh, jembatan ini diharapkan meningkatkan keselamatan serta kapasitas kendaraan yang melintas. Keberadaannya juga diproyeksikan memberi dampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas di kawasan sekitar.

BACA JUGA:Alat Berat BBWSO Ditarik, TNI Ambil Alih Percepatan Jembatan Pascabencana di Desa Serang Purbalingga

Ia menambahkan, salah satu tujuan utama pembangunan adalah mengurai kepadatan kendaraan di Pasar Patikraja. Selama ini, titik tersebut kerap menjadi simpul kemacetan karena tingginya mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.

"Memecah arus lalu lintas di Pasar Patikraja," pungkasnya. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait