Banner v.2

Cuaca Ekstrem Rusak 35 Rumah di Banyumas, Angin Kencang Terjang Empat Kecamatan

Cuaca Ekstrem Rusak 35 Rumah di Banyumas, Angin Kencang Terjang Empat Kecamatan

Pohon Tumbang menimpa rumah warga di wilayah Cilongok, Banyumas, Minggu (22/2).-BPBD UNTUK RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Data dampak cuaca ekstrem di Kabupaten BANYUMAS kembali bertambah hingga Senin (23/2). Sebanyak 35 rumah dilaporkan rusak dan pohon tumbang terjadi di 10 desa yang tersebar di empat kecamatan akibat hujan deras disertai angin kencang sejak Minggu (22/2) sore.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Banyumas, peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Cilongok, Purwokerto Selatan, Karanglewas, serta Kedungbanteng.

Kerusakan rumah didominasi pada bagian atap, baik genteng maupun seng yang terlepas akibat terpaan angin. Selain itu, rangka atap seperti usuk dan reng dilaporkan patah di sejumlah titik dengan total kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, menjelaskan hujan deras disertai petir dan angin kencang menyebabkan kerusakan kategori ringan hingga berat. Petugas gabungan masih bergerak melakukan asesmen dan penanganan di lapangan.

BACA JUGA:Angin Kencang Terjang Banyumas, 10 Kejadian Didominasi Pohon Tumbang

"Data saat ini, 35 rumah di Kecamatan Cilongok terdampak. Selain itu, pohon tumbang terjadi di 10 desa dari empat kecamatan," jelasnya. Pendataan terus diperbarui seiring laporan dari wilayah terdampak.


Cuaca ekstrem disertai angin kencang merusak 35 rumah di empat kecamatan Banyumas, tanpa korban jiwa, dengan kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.-RADARMAS-

Beruntung tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Warga terdampak kini mulai melakukan pembersihan material dan perbaikan darurat bersama aparat setempat.

Sementara itu, berdasarkan analisis Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani, cuaca ekstrem dipengaruhi menguatnya monsun Asia. Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan awan-awan konvektif secara cepat dan intens di wilayah Jawa Tengah.

Selain itu, adanya belokan dan pertemuan angin di wilayah Jawa Tengah turut meningkatkan proses pembentukan awan hujan. Faktor ini memperbesar potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam waktu singkat.

BACA JUGA:Terkena Hempasan Angin Kereta, Pria di Kebumen Dilarikan ke RSUD

Kelembapan udara pada lapisan 850 mb, 700 mb, hingga 500 mb terpantau cukup tinggi berkisar antara 60 hingga 90 persen. Kondisi atmosfer yang labil memperkuat pembentukan awan hujan disertai kilat dan angin kencang.

Situasi cuaca seperti ini diperkirakan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait