Kelompok 059 KKN UMP Serahkan Smart-Bin ke SDN 2 Negaradaha, Dorong Edukasi Pemilahan Sampah Sejak Dini
Mahasiswa Kelompok 059 KKN Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyerahkan prototype Smart-Bin kepada pihak SDN 2 Negaradaha, Kamis (13/2/2026), disertai sosialisasi dan simulasi penggunaan alat.-Dok. KKN 059 UMP-
BREBES, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Kelompok 059 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Desa Negaradaha menyerahkan prototype Smart-Bin Project kepada SDN 2 Negaradaha, Kamis (13/2/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan sosialisasi pemilahan sampah serta simulasi penggunaan alat kepada siswa dan guru.
Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung upaya penyelesaian permasalahan sampah di Kabupaten Brebes. Selama ini, pengelolaan sampah di berbagai daerah masih cenderung bersifat pasif, di mana tempat sampah hanya berfungsi sebagai wadah pembuangan akhir tanpa pemilahan maupun pendataan yang terarah. Akibatnya, sampah botol plastik yang sebenarnya memiliki nilai ekonomi kerap tercampur dengan sampah organik atau residu, sehingga sulit didaur ulang dan akhirnya terbuang sia-sia.
Dilansir dari situs berita Pojok Redaksi, sekolah menjadi salah satu lokasi yang dinilai strategis dalam edukasi penanganan sampah. Lingkungan sekolah dasar dianggap efektif untuk membentuk kebiasaan memilah sampah sejak dini, karena melibatkan generasi muda yang dapat membawa perubahan perilaku tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Berangkat dari latar belakang tersebut, Kelompok 059 KKN UMP merancang dan mengembangkan sebuah inovasi prototype bertajuk Smart-Bin Project: Revolusi Pengelolaan Sampah Berbasis Sensor dan Desain Ergonomis di Era Digital. Smart-Bin merupakan tempat sampah pintar yang dilengkapi sistem sensor untuk menghitung jumlah botol plastik yang masuk, sekaligus mengonversinya ke dalam akumulasi nilai rupiah yang ditampilkan pada layar digital. Tak hanya itu, alat ini juga dilengkapi notifikasi suara sebagai umpan balik. Desainnya dibuat ergonomis dan transparan agar menarik bagi siswa serta memudahkan proses pemilahan sampah.
Kegiatan penyerahan Smart-Bin dilakukan di halaman SDN 2 Negaradaha dan disambut langsung oleh pihak sekolah. Dalam agenda tersebut, tim Kelompok 059 KKN UMP memberikan penjelasan kepada guru dan siswa mengenai pentingnya memilah sampah, khususnya botol plastik. Setelah sosialisasi dilakukan, tim KKN juga mengadakan simulasi penggunaan Smart-Bin agar siswa memahami cara pemanfaatannya secara langsung.
Implementasi Smart-Bin di SDN 2 Negaradaha diharapkan memberikan sejumlah manfaat, antara lain:
- Menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dini.
- Menjaga kualitas botol plastik agar tetap layak didaur ulang.
- Menciptakan potensi nilai ekonomi bagi sekolah dari hasil pengumpulan botol.
- Mengurangi kontribusi sampah plastik dari lingkungan sekolah ke desa.
Koordinator Desa Kelompok 059 KKN UMP, Nasywa Satriyo, mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2023, menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi pemantik gerakan pengelolaan sampah yang lebih luas.
“Harapannya inovasi kami mampu menjadi penggerak baru dalam upaya penanganan sampah desa, dalam artian tidak hanya diterapkan dimasa kini, namun bisa diterapkan dimasa depan dengan skala lebih besar oleh pemerintah desa, bersamaan dengan unsur unsur masyarakat Desa Negaradaha,” ujarnya.
Kelompok 059 KKN UMP mendorong seluruh warga sekolah untuk menggunakan Smart-Bin secara konsisten. Apabila berjalan optimal, Smart-Bin berpotensi direplikasi di ruang publik lain seperti balai desa dan fasilitas umum di Desa Negaradaha. Melalui langkah sederhana dari lingkungan sekolah, perubahan pola pengelolaan sampah di tingkat desa diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan. (ads)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
