Operasi Keselamatan Candi, Terjadi 13 Pelanggaran, STNK dan TNKB Jadi Sorotan
Satlantas Polresta Banyumas gelar Kegiatan sosialisasi kepatuhan berkendara sekaligus penindakan berupa teguran tersebut dilaksanakan mulai pada Kamis (5/2/2026) pagi. -HUMAS POLRESTA BANYUMAS UNTUK RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Pelanggaran administrasi kendaraan masih mendominasi temuan Satlantas Polresta Banyumas dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 di wilayah PURWOKERTO. Dari total 13 pelanggaran yang tercatat, mayoritas berkaitan dengan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) dan keterlambatan pembayaran pajak STNK.
Kegiatan sosialisasi kepatuhan berlalu lintas sekaligus penindakan berupa teguran tersebut dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026) pagi. Operasi digelar di Jalan Dr Angka Purwokerto, tepatnya di perempatan Karangkobar yang dikenal sebagai jalur rawan pelanggaran dan kecelakaan.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi melalui Kasat Lantas Kompol Harman Rumenegge Sitorus mengatakan, petugas mencatat 13 pelanggaran kasat mata yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Rinciannya terdiri dari tiga pelanggaran penggunaan knalpot tidak standar dan 10 pelanggaran administrasi berupa TNKB serta pajak STNK yang belum dibayarkan.
“Penindakan yang kami lakukan berupa teguran humanis, dengan harapan masyarakat semakin sadar pentingnya kelengkapan kendaraan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Kompol Harman.
BACA JUGA:Operasi Keselamatan Candi, Propam
Ia menjelaskan, Operasi Keselamatan Candi menjadi salah satu upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menekan potensi kecelakaan di wilayah hukum Polresta Banyumas.
Pendekatan yang dilakukan Satlantas lebih mengedepankan edukasi dibanding penindakan represif. Teguran simpatik diberikan agar pengendara memahami bahwa tertib administrasi merupakan bagian penting dari keselamatan.
Operasi tersebut melibatkan sejumlah personel lintas fungsi. Di antaranya Kanit Gakkum, Kanit Kamsel, Kasubnit Turjawali, Kasubnit Gakkum, serta anggota Satlantas Polresta Banyumas.
Selain unsur kepolisian, kegiatan juga didukung oleh Bapenda Kabupaten Banyumas dan UP3D Samsat Purwokerto. Sinergi antarinstansi ini dilakukan untuk mendorong peningkatan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor di masyarakat.
BACA JUGA:Edukasi Jadi Prioritas di Hari Pertama Operasi Keselamatan Candi 2026 Banjarnegara
Kompol Harman berharap, melalui operasi yang dilakukan secara berkelanjutan, kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas terus meningkat. Ia menekankan bahwa kepatuhan tidak hanya soal menghindari sanksi, tetapi menyangkut keselamatan diri dan pengguna jalan lain.
“Kami berharap melalui kegiatan rutin seperti ini, masyarakat semakin disiplin berlalu lintas. Helm dipakai, surat lengkap, knalpot sesuai standar, karena keselamatan bukan hanya aturan, tapi kebutuhan,” pungkasnya. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

