Banner v.2

Shinta Laila : Kelola Limbah, Tani Merdeka Perkuat Ketahanan Pangan

Shinta Laila : Kelola Limbah, Tani Merdeka Perkuat Ketahanan Pangan

Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Kabupaten Banyumas Shinta Laila SH MH --

PURWOKERTO- Ketahanan pangan, yang menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mendapat dukungan nyata dari DPD Tani Merdeka Kabupaten Banyumas.

Para petani yang tergabung di Tani Merdeka Kabupaten Banyumas berhasil memproduksi berbagai kerajinan dengan memanfaatkan bahan sisa atau limbah. 

Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Kabupaten Banyumas Shinta Laila SH MH mengapresiasi pemanfaatan limba jadi produk yang berguna dan memiliki nilai jual. "Ada produk sapu. Terus terang sapunya bagus. Ada juga vas dari sabut kelapa. Kita bisa memanfaatkannya untuk tanaman anggrek," katanya.

Shinta bersilaturahmi dengan ratusan petani anggota Tani Merdeka Banyumas, belum lama ini. Dia hadir untuk melakukan penguatan Kelompok Tani Merdeka Bidang Kopi, Padi Gogo, Ternak, dan Perajin Sapu. Kegiatan diadakan di Desa Tipar, Kecamatan Rawalo. 

Shinta mengatakan, hasil produksi dari pengelolaan limbah itu bisa menjadi sumber pendapatan petani merdeka. Mereka memutarnya kembali, misalnya, untuk membeli bibit tanaman. "Jadi secara tak langsung, kegiatan pengelolaan limbah ini bisa memperkuat gerakan Ketahanan pangan," ujar Shinta.

Forum penguatan Kelompok Tani tersebut sangat hidup. Peserta saling bertukar pikiran mengenai beragam persoalan. Mulai dari adanya beberapa hama tanaman dan bagaimana penanganannya. 

Shinta menegaskan, Tani Merdeka ada di tingkat desa dan kabupaten, provinsi, hingga pusat. Penting untuk terus saling berkomunikasi di bidang pertanian. "Kita dorong bersama-sama agar semakin kompak. Semakin sering berdiskusi," kata dia.

Shinta menuturkan, penguatan kelembagaan kelompok Tani Merdeka di Kabupaten Banyumas terus dilakukan. Mulai dari legalitas kelompok yang lengkap, memiliki SK Badan Hukum, ada catatan administrasi pembukuan maupun program kerja baik jangka pendek ataupun jangka panjang. 

Penguatan internal Tani Merdeka Kabupaten Banyumas dikerjakan dengan pelaksanaan program pelatihan tepat sasaran, pendampingan dari dinas terkait. Selain itu juga studi banding, pelaksanaan kegiatan demplot dan penialaian kelas kelompok tani. 

Kelompok Tani Merdeka pun memiliki daftar petani manfaat, kelengkapan data produk unggulan mulai dari tanaman, ternak, ataupun perikanan. Shinta menambahkan, kejelasan legalitas memang mendapat perhatian penuh. "Anggota Tani Merdeka harus jelas legalitas lokasi usahanya. Apakah itu hak milik, sewa, KKP Perhutaani atau Perhuatanan Sosial," ujar dia. 

Sebagai salah satu anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Shinta Laila menyatakan, dia akan berusaha memfasilitasi bagaimana pemasaran produk yang dihasilkan para petani. "Saya rasa, kita juga harus mulai memikirkan soal packaging dan pemasarannya.Branding produknya itu mesti ada misal kopi ngapak, kopi cengkudu, atau yang lain," urai dia. 

Tani Merdeka juga didorong melakukan kemitraan bersama lembaga usaha atau koperasi merah putih, atau pihak swasta. Saat ini dirintis pemasaran produk melalui pengepul produk Tani Merdeka, adanya pameran dan pendampingan pasar, permodalan rendah resiko, dan kerjasama buyer produk.

Seperti diketahui, Dewan Pimpinan Pusat melantik pengurus Tani Merdeka Kabupaten Banyumas pada 7 Desember 2023. Tani Merdeka Banyumas merupakan organisasi ke 25 di  Jateng. 

Sudah waktunya pata petani membangun komunitas yang kuat serta berkolaborasi memanfaatkan teknologi pertanian untuk menuju petani sejahtera. (dis)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: