Banner v.2

Ekosistem Mulai Berkurang, Mangrove Karangbenda Terancam

Ekosistem Mulai Berkurang, Mangrove Karangbenda Terancam

Ratusan masyarakat dan pelajar tanam mangrove di wilayah sungai Tipar Desa Karangbenda, Cilacap.-JULIUS/RADARMAS-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.IDRatusan warga bersama pegiat lingkungan dan pelajar mengikuti kegiatan penanaman mangrove di kawasan muara Sungai Tipar, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Selasa (27/1/2026).

Hal ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi lingkungan pesisir yang ekosistem mangrovenya mulai berkurang.

Inisiator kegiatan Edi Suprapto mengatakan, pada tahap awal penanaman difokuskan pada lahan seluas sekitar satu hektare. Di area tersebut ditanam sebanyak 6.600 bibit mangrove.

"Pada tahap pertama ini kita menyasar luasan sekitar satu hektare dengan jumlah 6.600 pohon mangrove. Harapannya mangrove ini bisa tumbuh dan berfungsi melindungi kawasan pesisir," kata Edi Suprapto.

BACA JUGA:680 Bibit Mangrove, Jejak Hijau Patrapala Kilang Cilacap untuk Energizing Indonesia

Menurut dia, di kawasan Karangbenda terdapat sejumlah pemerhati lingkungan dari berbagai unsur masyarakat. Potensi tersebut dimanfaatkan untuk pembibitan mangrove agar kegiatan penanaman dapat berkelanjutan ke depannya.

"Dengan adanya kelompok-kelompok peduli lingkungan di sini, pembibitan bisa dilakukan secara mandiri sehingga program tidak berhenti di satu kegiatan saja," ujarnya.

Sementara itu pegiat lingkungan Yayasan Semesta Alam Sejati, Aan Subkan, mengapresiasi kegiatan penanaman mangrove tersebut.

Menurutnya, upaya menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

"Kegiatan seperti ini penting untuk terus digerakkan dan kami akan menularkannya kepada masyarakat agar tumbuh kepedulian terhadap lingkungan, terutama bagi generasi mendatang," katanya. 

Selain masyarakat, kegiatan penanaman mangrove juga melibatkan anak-anak sekolah sebagai bagian dari edukasi lingkungan sejak dini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: