Kedungreja hingga Wanareja Jadi Lumbung Padi Cilacap
Ilustrasi panen padi menggunakan mesin pemanen tanaman padi di area persawahan di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sejumlah kecamatan di Kabupaten Cilacap menjadi penopang utama produksi padi sepanjang 2025.
Kecamatan Kedungreja, Gandrungmangu, Kawunganten, Majenang, dan Wanareja, tercatat sebagai daerah dengan produksi padi tertinggi sehingga mendorong surplus beras di Cilacap.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, mengatakan peningkatan produksi padi tersebut membuat Cilacap mencatat surplus beras lebih dari 321 ribu ton selama 2025.
"Dari peningkatan produksi padi itu, Cilacap mengalami surplus beras lebih dari 321 ribu ton," ujar Sigit, Sabtu (24/1/2026).
BACA JUGA:Panen Padi Protani di Cilacap Tembus 8,2 Ton per Hektare
Berdasarkan data Dinas Pertanian, luas baku sawah di Kabupaten Cilacap mencapai 66.527 hektare, dengan realisasi luas panen sepanjang 2025 sebesar 132.681 hektare.Produktivitas padi rata-rata tercatat 64,44 kuintal per hektare.
Dari luasan panen tersebut, produksi padi Cilacap diperkirakan mencapai 855.042 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara sekitar 507.438 ton beras konsumsi.
"Sementara kebutuhan beras masyarakat Cilacap pada 2025 diperkirakan sebesar 185.583 ton, sehingga masih terdapat surplus sekitar 321.854 ton," lanjut Sigit.
Lebih lanjut ia menjelaskan, tingginya produksi di kecamatan sentra padi tersebut didukung oleh luas lahan sawah yang masih terjaga dan intensitas tanam yang cukup tinggi.
BACA JUGA:Wujudkan Ketahanan Pangan, Kilang Cilacap Beri Bantuan Gedung dan Mesin Penggilingan Padi dan Jagung
Untuk menjaga produksi tetap stabil, Dinas Pertanian Cilacap mendorong percepatan Luas Tambah Tanam (LTT). Target LTT padi pada Januari 2026 ditetapkan seluas 9.000 hektare, dengan realisasi hingga awal Januari mencapai 716 hektare.
"Pada bulan Januari 2026 ini kita dorong agar percepatan LTT seluas 9.000 hektare dan kita sudah hampir tercapai," tandas Sigit.
Puncak panen padi Musim Tanam I diperkirakan berlangsung pada Februari hingga Maret 2026, dengan estimasi luas panen mencapai lebih dari 45 ribu hektare.
"Harapannya dengan percepatan tanam yang selalu dijaga Kabupaten Cilacap selalu mengalami swasembada pangan," pungkas Sigit.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
