Banner v.2

Cuaca Ekstrem Kembali Terjadi, Desa Grogol Banjarnegara Terdampak Parah

Cuaca Ekstrem Kembali Terjadi, Desa Grogol Banjarnegara Terdampak Parah

Atap gedung SDN 2 Grogol yang rusak akibat diterjang angin kencang.-PMI Banjarnegara untuk Radarmas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Angin kencang disertai hujan deras menerjang Desa Grogol, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara, Sabtu (24/1) pukul 20.00.

Terjangan cuaca ekstrem itu menyebabkan puluhan rumah warga rusak, sebagian di antaranya mengalami kerusakan berat setelah atap seng dan genting beterbangan.

Sejak sore hari, hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan angin terus menguat menjelang malam. Kondisi ini merupakan lanjutan cuaca ekstrem yang sudah dirasakan warga sejak Jumat (23/1).

Ketua Bidang Infokom PMI Banjarnegara, Aji Piluroso mengatakan, laporan awal dari relawan menyebutkan, angin kencang mulai terasa sejak Jumat siang dan kembali datang dengan kekuatan lebih besar pada Sabtu sore sekira pukul 16.00.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Melanda Banyumas Sebabkan Pohon Tumbang di Kalibagor

"Cuaca ekstrem ini berlangsung cukup lama, tapi puncaknya Sabtu malam. Kejadiannya cepat, angin langsung menerjang bangunan rumah, termasuk atap sekolah," kata Aji, Minggu (25/1).

Menurut data sementara di lapangan, angin kencang merobohkan dan menerbangkan atap seng maupun genting rumah warga.

Sejumlah rumah bahkan tidak bisa ditempati karena seluruh atapnya hilang, sementara beberapa lainnya mengalami keretakan tembok. Selain rumah warga, bangunan SD Negeri 2 Grogol juga terdampak, setelah sebagian atap sengnya rusak dan terlepas.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dampaknya cukup serius bagi warga. Beberapa keluarga terpaksa mengungsi sementara ke rumah saudara dan kerabat, karena kondisi rumah yang tidak aman untuk dihuni.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem, Atap Rumah Makan di Jalan Rinjani Cilacap Terbang Terhempas Angin Kencang

Tim gabungan bersama pemerintah desa telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan awal. Assessment kerusakan dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan rumah warga dan kebutuhan mendesak yang diperlukan.

"Kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait dan mengimbau warga agar tetap waspada. Keselamatan jiwa harus jadi prioritas, terutama jika cuaca ekstrem kembali terjadi," ujarnya.

Hingga Minggu (25/1), warga terdampak masih membutuhkan bantuan darurat, terutama material untuk perbaikan rumah seperti seng, kaso, dan terpal, serta kebutuhan dasar berupa logistik permakanan, selimut, kasur lantai, dan perlengkapan mandi.

Warga berharap bantuan dapat segera disalurkan agar mereka bisa kembali menempati rumah masing-masing dan aktivitas sehari-hari dapat pulih.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: