Banner v.2

Target Imunisasi 2025 di Purbalingga Terlampaui, Sasar Sembilan Indikator Baru

Target Imunisasi 2025 di Purbalingga Terlampaui, Sasar Sembilan Indikator Baru

Pelaksanaan imunisasi HPV di SMPN 1 Kutasari tahun 2025 lalu.-Dok DinkesPPKB Purbalingga-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Kabupaten Purbalingga mencatat capaian positif program imunisasi sepanjang tahun 2025.

Meski terjadi perubahan dan penambahan indikator penilaian pada pertengahan tahun, target imunisasi secara umum berhasil tercapai, bahkan melampaui angka yang ditetapkan.

Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi DinkesPPKB Kabupaten Purbalingga, Devvy Herawati menjelaskan, pada Agustus 2025 terjadi perubahan indikator kinerja dari yang semula hanya empat poin menjadi sembilan poin.

"Semuanya sudah tercapai. Indikator sebelumnya hanya imunisasi dasar lengkap, balita lengkap, BIAS, dan TT/T2+ pada wanita usia subur. Kemudian disesuaikan menjadi sembilan, termasuk di antaranya Imunisasi Bayi Lengkap (IBL), Imunisasi MR, Imunisasi Lengkap Balita, HPV, hingga 14 antigen baru," ujar Devvy, Selasa (20/1/2026).

BACA JUGA:Soal Super Flu, Dinkes Purbalingga: Tidak Berbahaya dan Bisa Sembuh Sendiri

Berdasarkan data DinkesPPKB, capaian Imunisasi Bayi Lengkap (IBL) menyentuh angka 101,91 persen dari target 99 persen. Capaian positif juga terlihat pada Imunisasi MR1 sebesar 105,28 persen, Antigen Baru 100,02 persen, Imunisasi Lengkap Balita 101,51 persen, dan HPV mencapai 100,84 persen.

Sementara untuk Imunisasi Sekolah Lengkap (BIAS) tercapai 98,99 persen, serta 14 Antigen Baru di angka 99,20 persen dari target 85 persen. Untuk indikator T2+ tercapai 91,26 persen dari target 80 persen.

Terkait Herd Immunity (kekebalan kelompok), Purbalingga mencatatkan angka 98,99 persen. Angka ini sedikit di bawah target murni 100 persen dikarenakan keterlambatan alokasi vaksin tertentu dari pemerintah pusat.

"Vaksinnya sudah ada, tinggal ambil di provinsi kemungkinan minggu ini lalu diberikan ke sekolah. Sedikit terlambat karena alokasi vaksin tergantung stok Kemenkes. Jadi alokasi ke kabupaten tidak sesuai permintaan," jelas Devvy.

BACA JUGA:CKG Anak Usia Sekolah Capai 95 Persen, Dinkes: Desember Tuntas

Devvy menambahkan, meski sempat terjadi kekosongan stok, pemenuhan target tetap bisa dilakukan melalui strategi imunisasi kejar. Kekosongan yang sempat terjadi sebelumnya pun telah dipenuhi pada bulan Juni.

Uniknya, jumlah sasaran imunisasi tertinggi di Purbalingga tidak berada di wilayah perkotaan yang padat penduduk, melainkan di Kecamatan Rembang. Hal ini dikarenakan sasaran imunisasi bergantung pada kelompok usia spesifik, seperti bayi 0-11 bulan untuk IBL dan anak kelas 5 SD untuk HPV.

Terkait kendala di lapangan, Devvy mengakui masih ada penolakan dari sebagian kecil masyarakat. Namun, persentasenya sangat kecil sehingga tidak mempengaruhi capaian herd immunity yang mensyaratkan cakupan minimal 95 persen.

"Saat ini belum ada sanksi apabila ada yang menolak imunisasi. Jadi kami selalu edukasi, jika tidak mau kami tidak memaksa," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: