Bupati Kebumen Dampingi Anak Korban Tragedi Keluarga di Buayan
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani mengunjungi AZ Jumat (9/1/2026)--
KEBUMEN - Bupati Kebumen, Lilis Nuryani memberikan perhatian khusus terhadap kejadian seorang ibu yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri bersama anaknya di Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen.
Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati mengunjungi kediaman AA, Jumat (9/1/2026). Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan duka mendalam kepada pihak keluarga sekaligus memastikan langkah pendampingan psikologis dan bantuan darurat bagi AZ, anak AA.
AA, adalah perempuan asal Kecamatan Buayan yang nekat mengakhiri hidupunya dengan cara gantung diri pada 6 Januari 2026.
Bupati menyampaikan, kunjungan ini dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus memastikan langkah pendampingan psikologis dan bantuan darurat bagi anggota keluarga yang ditinggalkan pasca-peristiwa memilukan yang terjadi beberapa hari lalu.
BACA JUGA:HOAX! Video Gantung Diri Viral di Kebumen, Pemkab Pastikan Bukan Rekaman Kejadian Sebenarnya
BACA JUGA:Sopir Angkutan dan Odong-odong Bentrok di Klirong, Polisi Sebut Ada Kesalahpahaman
“Pemerintah Kabupaten Kebumen hadir untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan tidak sendirian. Kami memberikan dukungan moral, bantuan ekonomi, pendampingan psikologis, hingga pembebasan biaya visum. Harapannya, tragedi seperti ini tidak terulang kembali,” ungkap Bupati Lilis.
Berdasarkan keterangan Polisi, AA (44) dan anaknya AT (5). Ditemukan tergantung di kusen pintu rumahnya di Buayan.
Kapolsek Buayan Iptu Walali Saebani menjelaskan, jasad keduanya ditemukan setelah anak sulung korban (AZ) yang masih berusia 7 tahun melapor kepada salah satu kerabatnya. AZ sebenarnya juga diminta untuk ikut bunuh diri, tapi ia selamat.
"Anaknya itu dua, yang kelas 2 SD itu selamat, lolos. Karena terbukti ada lingkaran tali yang sudah siap," jelas Saebani.
BACA JUGA:Perahu Nelayan Terbalik di kawasan Borderan Pantai Logending, Empat ABK Selamat
AZ diketahui melaporkan peristiwa yang menimpa dirimya ke rumah salah satu kerabatnya.
""Anaknya itu mencari pamannya itu kan rumahnya deket, ketemu di tengah jalan disampaikan dalam bahasa Jawa (yang artinya) "aku ke rumah paman tapi sudah gelap, akhirnya ketemu di jalan. Adek diiket sama mamak", jadi ngomongnya nggak digantung," ucap Saebeni menirukan percakapan anak korban dan pamannya.
Hasil penyelidikan sementara menyatakan, kejadian ini murni merupakan bunuh diri yang dilatarbelakangi masalah ekonomi dan hubungan antara korban dengan suaminya. Hal ini memicu korban depresi.
"Sementara (penyebabnya) murni bunuh diri karena ekonomi. Korban ditinggal suaminya sekitar 2 tahun, kami cek di HP-nya, (pesan korban kepada suami) tidak pernah dibalas," kata Saebeni. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
