Banner v.2

Soal Super Flu, Dinkes Purbalingga: Tidak Berbahaya dan Bisa Sembuh Sendiri

Soal Super Flu, Dinkes Purbalingga: Tidak Berbahaya dan Bisa Sembuh Sendiri

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes PPKB) Kabupaten Purbalingga, dr Jusi Febrianto.-Alwi Safrudin/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes PPKB) Kabupaten Purbalingga menegaskan masyarakat tidak perlu cemas berlebihan menyikapi isu Super Flu yang belakangan ramai diperbincangkan. Penyakit yang disebut-sebut sebagai Flu Super tersebut dipastikan bukan penyakit baru dan tidak berbahaya.

Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Purbalingga, dr Jusi Febrianto, menjelaskan Super Flu merupakan influenza A subtipe H3N2 yang termasuk flu musiman. Virus ini sudah lama dikenal dan kerap muncul setiap tahun, terutama di negara-negara yang memasuki musim dingin.

“Super Flu itu sesuatu yang biasa. Ini hanya flu musiman yang muncul setelah musim gugur menuju musim dingin,” ujar dr Jusi, Kamis (8/1/2026).

Ia menyebut, secara global kasus Super Flu pertama kali banyak dilaporkan di Amerika Serikat. Seiring mobilitas masyarakat dunia, kasus serupa juga ditemukan di beberapa negara lain, termasuk Singapura dan Indonesia. Namun, hingga kini tidak ada lonjakan kasus yang mengarah pada kondisi berbahaya.

BACA JUGA:Kasus ILI Masih Dominan di Purbalingga, Belum Ada Pemeriksaan Khusus Influenza A

Gejala yang ditimbulkan pun tergolong ringan, seperti demam, batuk, dan pilek. Dalam kondisi normal, penderita dapat sembuh sendiri dalam waktu tiga hingga lima hari tanpa memerlukan penanganan medis khusus.

“Tidak ada keparahan yang perlu dikhawatirkan. Penanganannya cukup dengan istirahat yang cukup dan makan bergizi, nanti sembuh sendiri,” jelasnya.

dr Jusi menambahkan, karena tidak menimbulkan dampak berat, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga tidak menetapkan Super Flu sebagai pandemi. Flu musiman tersebut dinilai masih dapat dikendalikan dan tidak mengancam kesehatan masyarakat secara luas.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Pola hidup sehat, istirahat cukup, serta konsumsi makanan bergizi menjadi langkah sederhana namun efektif.

BACA JUGA:CKG Anak Usia Sekolah Capai 95 Persen, Dinkes: Desember Tuntas

“Tidak usah khawatir. Selama kondisi tubuh kita baik, insyaallah penyakit seperti itu bisa ditolak. Gejalanya tidak signifikan,” tutupnya. (alw)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: