Gamelan Batu Salebu Cilacap Masih Diduga Benda Cagar Budaya
TACB Cilacap saat lakukan kajian Batu Gamelan yang ditemukan oleh warga Desa Salebu Kecamatan Majenang.-TACB Cilacap untuk Radarmas-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Cilacap menilai temuan Gamelan Batu Salebu sebagai warisan budaya lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan.
Saat ini, temuan tersebut masih dalam tahap awal identifikasi dan belum ditetapkan statusnya sebagai benda cagar budaya.
Hal itu disampaikan Ketua TACB Cilacap, Luthfi Eka Bhagaskara, saat dikonfirmasi Radarmas, Rabu (7/1/2026).
Menurut Luthfi, Gamelan Batu Salebu menjadi temuan yang cukup langka karena hingga kini satu-satunya yang ditemukan di wilayah Kabupaten Cilacap.
BACA JUGA:Ditemukan Batu yang Mampu Menghasilkan Bunyi Mirip Gamelan di Desa Salebu Cilacap
Karena itu, TACB Cilacap bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta instansi terkait akan mendorong upaya pelestarian ke depan.
"Gamelan Batu Salebu ini satu-satunya yang ditemukan di Cilacap. Sebagai warisan budaya masyarakat Desa Salebu, tentu perlu dijaga dan dilestarikan. Ke depan akan kami dorong untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda tingkat kabupaten," ujarnya.
Ia menjelaskan, penetapan tersebut penting agar ada perlindungan hukum dan perhatian terhadap pelestarian Gamelan Batu Salebu.
Meski demikian, Luthfi menegaskan bahwa saat ini Gamelan Batu Salebu masih berstatus dugaan sebagai benda cagar budaya. Hal ini karena temuan tersebut berdiri sendiri dan belum ditemukan benda pendukung lainnya.
BACA JUGA:Tim Cagar Budaya Cilacap Kaji Temuan Batuan Bunyi Mirip Gamelan di Desa Salebu
"Masih dugaan karena baru satu temuan. Jadi perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui latar belakang sejarahnya," tandasnya.
Diketahui, Gamelan Batu Salebu ditemukan di aliran sungai yang berhulu dari Gunung Padang Salebu. Batu tersebut berjenis andesit, yang sejak dulu sering digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan, termasuk bangunan dan alat-alat dari batu.
"Pada masa lalu, batu andesit memang banyak digunakan. Tidak menutup kemungkinan batu ini juga digunakan sebagai gamelan untuk kegiatan seni atau kepercayaan," jelasnya.
Batu berbunyi tersebut ditemukan dalam kondisi tidak berada di tempat aslinya karena berada di aliran sungai. Ukurannya sekitar 30 x 27 sentimeter dengan bentuk menyerupai lumpang pipih.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

