Banjarnegara Surplus 45 Ribu Ton Beras, Jadi Penyangga Pangan Jawa Tengah
Para petani saat panen raya di Desa Jenggawur, Kecamatan Banjarmangu.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kabupaten Banjarnegara mencatat surplus beras sebesar 45 ribu ton di awal 2026. Angka ini menempatkan Banjarnegara sebagai salah satu daerah penyangga pangan penting di Jawa Tengah, di tengah upaya pemerintah mendorong swasembada beras nasional.
Capaian tersebut disampaikan dalam momentum Panen Raya Nasional, yang digelar serentak dan diikuti secara daring oleh pemerintah daerah, bersamaan dengan pengumuman swasembada pangan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Rabu (7/1).
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Banjarnegara, Firman Sapta Adi mengatakan, produktivitas pertanian padi di Banjarnegara saat ini berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional.
"Meskipun luas lahan baku sawah di Banjarnegara hanya sekira 11.320 hektare, luas panen dalam setahun bisa mencapai 27.200 hektare," ujarnya.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Akibatkan Cabai Gagal Panen, Stok Menipis dan Harga Melonjak
Firman menjelaskan, capaian tersebut menunjukkan intensitas tanam padi di Banjarnegara mencapai rata-rata 2,5 kali dalam setahun, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 1,6 kali tanam.
"Dari luas tanam tersebut, Banjarnegara diproyeksikan menghasilkan sekitar 180 ribu ton gabah kering panen, atau setara dengan kurang lebih 115 ribu ton beras,” katanya.
Dengan jumlah penduduk sekira satu juta jiwa, kebutuhan konsumsi beras Banjarnegara berada di kisaran 70 ribu hingga 80 ribu ton per tahun. Artinya, Banjarnegara masih memiliki cadangan beras cukup besar.
Adapun panen raya tingkat kabupaten dipusatkan di lahan persawahan Desa Jenggawur, Kecamatan Banjarmangu. Lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu sentra padi unggulan di Banjarnegara.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Banjarnegara, Tursiman mengatakan, hasil panen di Desa Jenggawur menunjukkan kualitas gabah yang baik dengan produktivitas meningkat dibanding musim sebelumnya.
"Secara fisik, bulir padi terlihat bernas dan kualitasnya bagus. Petani juga melaporkan hasil panen tahun ini meningkat,” ujarnya.
Tursiman menambahkan, panen raya di Banjarnegara dilakukan serentak di 20 titik. Hal ini menunjukkan kesiapan daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
"Lahan pertanian produktif harus dijaga agar tidak beralih fungsi, karena menjadi kunci keberlanjutan pangan, khususnya bagi Banjarnegara,” pungkas Tursiman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

