Banner v.2

Bangun Jalan dan Jembatan, Pemkab Banjarnegara Siapkan Anggaran Lebih dari Rp 100 Miliar

Bangun Jalan dan Jembatan, Pemkab Banjarnegara Siapkan Anggaran Lebih dari Rp 100 Miliar

Sekretaris Dinas PU PR Kabupaten Banjarnegara, M Arkom AL Fami.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menggeber pembangunan infrastruktur di awal 2026. Lebih dari Rp 100 miliar digelontorkan khusus untuk perbaikan jalan dan jembatan, menyusul menurunnya kondisi jalan mantap di daerah tersebut.

‎Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU PR) Banjarnegara, M Arqom Al Fahmi mengatakan, anggaran tersebut dialokasikan dalam 70 paket pekerjaan konstruksi yang tersebar di berbagai wilayah.

‎"Terdiri dari 62 paket jalan dan delapan paket jembatan, dengan total anggaran lebih dari Rp 100 miliar,” katanya, Selasa (6/1).

‎Fokus pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi bagian dari prioritas pemerintahan Bupati Banjarnegara, dr Amalia Desiana dan Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali sejak awal masa jabatan.

BACA JUGA:Warga Sindir dengan Banner “Wisata Jeglongan 1000”, Jalan Rancamaya–Gununglurah Tak Kunjung Diperbaiki

‎"Persoalan jalan menjadi perhatian serius pimpinan daerah karena keluhan masyarakat paling banyak muncul terkait kondisi jalan,” ujarnya.

‎Kondisi jalan memang menjadi isu sensitif di Banjarnegara. Di banyak wilayah, kerusakan jalan kerap dijadikan tolok ukur keberhasilan pembangunan daerah oleh masyarakat.

‎Amalia pun tidak menampik hal tersebut. Dia mengakui, persepsi publik terhadap kinerja pemerintah daerah masih sangat ditentukan oleh kondisi infrastruktur jalan.

‎“Sebaik apa pun program pemerintah, ketika jalan masih rusak, masyarakat sering menilai pembangunan tidak berjalan,” ujar Amalia.

BACA JUGA:Tahun Ini, Pemkab Purbalingga Perbaiki 40 Ruas Jalan dan Alokasikan Dana Rp 37,568 Miliar

‎Amalia membeberkan, saat dirinya mulai memimpin Banjarnegara bersama Wakil Bupati Wakhid Jumali, persentase jalan mantap hanya berada di kisaran 51 persen. Angka itu turun cukup jauh dibandingkan tahun 2021 yang mencapai sekitar 82 persen.

‎"Penurunan kondisi jalan ini menjadi tantangan besar, apalagi di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah,” imbuhnya.

‎Meski demikian, Pemkab Banjarnegara tidak hanya mengandalkan APBD. Pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai skema pembiayaan alternatif untuk mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di berbagai kecamatan.(jud

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: