Banner v.2

Dana Desa Bukateja Turun Tajam, Pembangunan Fisik Nihil dan BLT Dipangkas

Dana Desa Bukateja Turun Tajam, Pembangunan Fisik Nihil dan BLT Dipangkas

Kepala Desa Bukateja, Sugiharto.-Alwi Safrudin/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Penurunan signifikan dana desa pada tahun anggaran 2026 berdampak langsung terhadap pelaksanaan program di Desa Bukateja, Kecamatan Bukateja.

Desa berstatus mandiri itu hanya akan menerima dana desa sebesar Rp373 juta. Merosot dibanding tahun-tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Kepala Desa Bukateja Sugiharto mengatakan, meski pencairan dana desa 2026 belum dilakukan, besaran anggaran yang akan diterima desa sudah diketahui. Pada 2025, Desa Bukateja masih memperoleh dana desa sekitar Rp1,5 miliar, sementara pada 2024 sebesar Rp1,07 miliar. Penurunan tajam tersebut membuat banyak pos anggaran tidak lagi bisa dialokasikan.

“Banyak kegiatan akhirnya tidak bisa jalan. Untuk pembangunan fisik dari dana desa tahun ini nol. Tidak ada alokasi sama sekali,” kata Sugiharto, Selasa (6/1/2026).

BACA JUGA:Dana Desa Rp 9,7 Miliar di 32 Desa di Kabupaten Purbalingga Hangus

Dampak lain yang paling dirasakan adalah pemangkasan jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD). Jika pada tahun sebelumnya setiap RT masih bisa mengusulkan satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total mencapai 47 KPM, tahun ini jumlahnya dipangkas drastis menjadi hanya satu KPM per RW. Dengan total 10 RW, BLT DD hanya menyasar 10 KPM.

Masing-masing penerima tetap memperoleh bantuan Rp300 ribu per bulan selama 12 bulan. Dengan skema tersebut, total anggaran BLT DD Desa Bukateja tahun ini hanya Rp36 juta.

Ia memprediksi kondisi dana desa yang terbatas ini berpotensi berlangsung dalam beberapa tahun ke depan, seiring perubahan regulasi dan fokus anggaran pemerintah pusat pada program-program nasional. 

Meski dana desa turun dan pembangunan fisik dari DD nihil, Sugiharto menyebut Desa Bukateja masih dapat bantuan dari pemerintah provinsi maupun kabupaten melalui jalur aspirasi anggota dewan. Menurutnya, peluang itu tetap terbuka selama desa aktif mengusulkan dan memperjuangkan program bantuan yang dibutuhkan. (alw)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: