Banner v.2

Dindikbud Tekankan Peran Tripartit Cegah Pelajar Terjerumus Narkoba

Dindikbud Tekankan Peran Tripartit Cegah Pelajar Terjerumus Narkoba

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Joko Sumarno.-Alwi Safrudin/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Tingginya jumlah pelajar yang menjalani rehabilitasi narkoba di Klinik Pratama BNNK Purbalingga mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga.

Dindikbud menilai persoalan tersebut tidak bisa dibebankan kepada sekolah semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Sekretaris Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Joko Sumarno, mengatakan masa anak usia sekolah merupakan fase pencarian jati diri dan keinginan kuat untuk menjadi bagian dari suatu kelompok. Kondisi tersebut, menurutnya, sangat dipengaruhi oleh lingkungan terdekat anak.

"Menurut saya ini menjadi tanggung jawab tripartit dunia pendidikan, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keluarga memiliki waktu lebih banyak sebagai pendidikan informal. Dari sisi religiusnya, karakter keluarga sangat mempengaruhi anak-anak," jelasnya, Senin (5/1/2026).

BACA JUGA:Pelajar Dominasi Penghuni Rehablitasi Narkoba di BNNK Purbalingga

Ia menjelaskan, sekolah menjadi pilar kedua dengan kurikulum dan kegiatan yang sudah tertata, sementara lingkungan masyarakat merupakan pilar ketiga yang tidak kalah besar pengaruhnya. Ketiganya saling terkait dan memiliki kontribusi dalam pembentukan karakter anak.

Joko mengakui, sekolah memiliki keterbatasan dalam hal waktu pengawasan. Anak-anak justru lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, tingginya angka rehabilitasi narkoba pada anak usia sekolah dipengaruhi oleh peran tripartit tersebut.

"Pendidikan formal secara kurikulum sebenarnya sudah memuat pendidikan karakter. Boleh dikatakan tidak kurang, namun kita tidak tahu bagaimana penerapannya di lingkungan keluarga dan masyarakat," katanya.

Ia berharap sekolah bisa lebih maksimal dalam pembentukan karakter, tidak hanya melalui mata pelajaran tertentu. Menurutnya, seluruh mata pelajaran dan tenaga pendidik harus terlibat aktif.

BACA JUGA:Seluruh Pegawai di Lingkungan BNNK Purbalingga Jalani Tes Narkoba

"Saya mengharapkan sekolah lebih maksimal dalam pembentukan karakter semua mata pelajaran maupun dari tenaga pendidikan. Bagaimana guru menjadi teladan dari sikap dan religiusnya. Kegiatan yang berbasis pendidikan karakter bisa ditingkatkan," tegasnya.

Terkait pelajar yang sudah terlibat kasus narkoba, Joko menegaskan tetap diperlukan pendalaman kasus secara menyeluruh. Pembinaan tetap harus dilakukan, dan jika kondisinya sudah parah maka rehabilitasi menjadi langkah yang harus ditempuh.

Sementara bagi siswa yang terpaksa dikeluarkan dari sekolah, Dindikbud memastikan masih ada jalur pendidikan yang bisa ditempuh. Mereka dapat melanjutkan pendidikan melalui program kejar paket A, B, atau C. "Jadi tidak ada alasan tidak mendapat sekolah, sepanjang ada kemauan," ujarnya.

Upaya pencegahan juga terus didorong melalui kerja sama sekolah dengan aparat penegak hukum. Sejumlah sekolah, kata Joko, sudah secara mandiri bekerja sama dengan kepolisian untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba. Dindikbud pun telah mengimbau seluruh kepala sekolah untuk menjalin kerja sama dengan kepolisian maupun BNN.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: