Banner v.2

Debut Liga 4 di Stadion Soemitro Kolopaking, Gol Bunuh Diri Bikin Persibara Tertahan

Debut Liga 4 di Stadion Soemitro Kolopaking, Gol Bunuh Diri Bikin Persibara Tertahan

Laga pembuka grup F Liga 4 Persibara (biru) vs Persikama (kuning) di Stadion Soemitro Kolopaking Banjarnegara, Sabtu 3 Januari 2025.-Persibara untuk Radarmas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Harapan publik Stadion Soemitro Kolopaking untuk menyaksikan awal manis Persibara Banjarnegara di Liga 4 Jawa Tengah Grup F, harus tertahan.

Bermain di kandang sendiri, Sabtu (3/1) sore, Laskar Dipayudha gagal mengamankan tiga poin setelah ditahan imbang Persikama Kabupaten Magelang dengan skor 1-1.

Pertandingan baru berjalan tiga menit ketika stadion mendadak sunyi. Sebuah miskomunikasi di lini belakang berujung petaka. Bek Persibara, I Nyoman Adi Parwa, salah mengantisipasi bola dan justru mengirimnya ke gawang sendiri. Gol cepat itu membuat Persikama unggul 0-1 tanpa harus membangun serangan panjang.

Tersentak oleh gol bunuh diri, Persibara langsung menaikkan tempo. Anak asuh Agus Riyanto menekan sejak menit awal, mengandalkan tusukan dari sisi sayap dan umpan-umpan silang. Selama 15 menit, pertahanan Persikama nyaris tak lepas dari tekanan.

BACA JUGA:Persibara Siap Tempur di Liga 4 Jateng, Targetkan Poin Penuh di Laga Perdana

Namun, rapatnya barisan belakang tim tamu membuat Persibara frustrasi. Kapten Persikama, Kindi Rizal Fahrudin, tampil solid memimpin rekan-rekannya. Di sisi lain, Persibara juga kerap kehilangan momentum akibat passing yang tak akurat dan penyelesaian akhir yang terburu-buru.

Gol penyeimbang akhirnya datang di saat krusial. Menit ke-45, sebuah penetrasi cepat pemain Persibara memaksa bek Persikama melakukan pelanggaran di kotak penalti. Irvan Darma Saputra yang maju sebagai algojo mengeksekusi dengan tenang. Bola bersarang mulus di gawang, skor 1-1 menutup babak pertama.

Babak kedua berjalan lebih keras. Duel fisik meningkat, pelanggaran demi pelanggaran terjadi. Wasit mengeluarkan lima kartu kuning tiga untuk Persibara, dua untuk Persikama. Kedua tim sempat mendapat peluang lewat bola mati, namun refleks apik dua penjaga gawang membuat skor tak berubah hingga peluit panjang.

Usai laga, pelatih Persibara, Agus Riyanto, menyoroti aspek mental dan kesalahan dasar yang masih menghantui timnya.

BACA JUGA:Persibara Banjarnegara Siap Comeback, Targetkan Bangkitkan Gairah Sepak Bola Daerah

“Pertandingan pertama selalu berat karena beban mental. Banyak yang harus kami perbaiki, mulai dari passing yang sering salah, pressing yang terlambat, sampai kerja sama tim yang belum padu. Ini jadi bahan evaluasi serius,” ujar Agus.

Dari kubu pemain, Nathael Yoga Setiawan mengakui, tekanan bermain di kandang sendiri cukup terasa. Meski begitu, dia optimistis tim akan bangkit.

“Main di depan suporter sendiri memang ada tekanan. Tapi ini baru awal. Kami harus lebih tenang dan kompak di pertandingan berikutnya,” katanya.

Sementara itu, pelatih Persikama, Ixsan Fajar Pranoto menyebut, satu poin di Banjarnegara sebagai hasil yang patut disyukuri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: