Banner v.2

Hujan Deras Disertai Angin, Dua Rumah Warga di Dua Kecamatan di Cilacap Roboh

Hujan Deras Disertai Angin, Dua Rumah Warga di Dua Kecamatan di Cilacap Roboh

Petugas dari BPBD dan Forkompimcam tinjau rumah terdampak angin kencang di Kecamatan Patimuan dan Dayeuhluhur.-BPBD Cilacap Untuk Radarmas-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.IDCuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menyebabkan dua rumah warga di Kabupaten Cilacap roboh pada awal Januari 2026. Kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Patimuan dan Kecamatan Dayeuhluhur.

Meski tidak ada korban jiwa, namun total kerugian yang diakibatkan bencana tersebut ditaksir mencapai Rp 60 juta.

Kejadian pertama terjadi di Desa Patimuan, Kecamatan Patimuan, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan rumah milik Turmono (55) rusak berat hingga rata dengan tanah.

Rumah berukuran 6 x 9 meter tersebut mengalami kerusakan parah pada bagian atap, dengan taksiran kerugian mencapai Rp 40 juta.Korban sementara mengungsi ke rumah tetangga.

BACA JUGA:Potensi Siklon Tropis Diperkirakan hingga Februari 2026, 49 Ribu Warga Dilatih Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Kemudian peristiwa serupa juga terjadi di Dusun Neglasari, Desa Panulisan Timur, Kecamatan Dayeuhluhur, Jumat (2/2/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. 

Rumah permanen milik Imoh Rasimah (72) roboh pada bagian ruang tengah dan dapur. Selain hujan deras dan angin kencang, kondisi bangunan yang sudah lapuk turut menjadi penyebab ambruknya rumah tersebut. Kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta, dan penghuni rumah mengungsi ke rumah saudara.

Kepala BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo saat dikonfirmasi mengatakan bahwa jajarannya telah melakukan peninjauan lokasi, pendataan, serta penanganan awal bersama unsur terkait.

"BPBD bersama Forkopimcam dan pemerintah desa langsung melakukan pengecekan lokasi, kerja bakti pembersihan material, serta menyalurkan bantuan darurat. Kami juga terus memantau perkembangan cuaca," ujarnya, Jumat (2/2/2026).

BACA JUGA:BMKG Ingatkan Cilacap Waspada Bencana Hidrometeorologi, Curah Hujan Oktober Capai Kategori Sangat Tinggi

Taryo mengimbau, masyarakat agar tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi selama musim penghujan. Warga diminta segera melaporkan ke pemerintah desa atau BPBD jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

"Kami minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi. Segera laporkan apabila terjadi bencana agar kami dapat melakukan penanganan," pungkasnya. (jul)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: