Banner v.2

74 Kasus Kebakaran Terjadi di Purbalingga Sepanjang 2025

74 Kasus Kebakaran Terjadi di Purbalingga Sepanjang 2025

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Satpol-PP Purbalingga, Arif Wahyudi.-Alwi Safrudin/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Sepanjang Januari hingga 23 Desember 2025, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purbalingga melalui Bidang Pemadam Kebakaran mencatat sebanyak 74 kasus kebakaran. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 1.095 pelayanan yang ditangani petugas pemadam kebakaran selama tahun 2025.

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Satpol PP Purbalingga, Arif Wahyudi, mengatakan mayoritas kejadian kebakaran disebabkan oleh kelalaian manusia. Menurutnya, berbagai upaya sosialisasi dan edukasi terus dilakukan, namun masih banyak warga yang kurang memperhatikan faktor keselamatan.

"Kami tidak kurang-kurang mengingatkan. Kebakaran mayoritas terjadi karena human error," katanya.

Arif menjelaskan, masalah instalasi listrik menjadi penyebab utama kebakaran. Ia mengimbau masyarakat untuk melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala, terutama jika usia instalasi sudah lebih dari 10 tahun. Bagian instalasi yang tidak terlihat, seperti di atas plafon, justru rawan menimbulkan bahaya jika tidak diperiksa.

BACA JUGA:Dua Kebakaran Terjadi di Purbalingga, Silo Pabrik dan Dapur Rumah Warga Terbakar

"Penyambungan instalasi asal-asalan dan penggunaan peralatan listrik yang murah bisa memicu korsleting," ujarnya.

Selain itu, peralatan dapur juga menjadi pemicu kebakaran. Petugas menemukan kasus rice cooker yang diletakkan di atas sofa sehingga mudah terbakar. Karena itu, sasaran edukasi kebakaran banyak diarahkan kepada ibu-ibu yang sering beraktivitas di dapur.

"Kami selalu mengingatkan, ketika meninggalkan rumah pastikan tidak ada kompor atau tungku yang masih menyala," tambahnya.

Berdasarkan data, konsleting listrik menjadi penyebab kebakaran tertinggi dengan 26 kasus. Disusul gangguan regulator atau tabung LPG sebanyak 16 kasus, tungku masak 12 kasus, pembakaran sampah tujuh kasus, serta kelalaian manusia tujuh kasus. Sementara enam kasus lainnya masih dalam proses penyelidikan. Adapun lokasi kebakaran paling banyak terjadi di kawasan padat penduduk serta bangunan usaha.  (alw)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: