BNN Cilacap Ungkap 99 Kasus Narkotika Sepanjang 2025
Kepala BNN Kabupaten Cilacap Kombes Pol Rudi Hartono saat sampaikan capaian kinerja BNN sepanjang tahun 2025.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cilacap mencatat capaian besar dalam upaya pemberantasan narkotika sepanjang tahun 2025.
Sebanyak 99 kasus tindak pidana narkotika berhasil diungkap di wilayah Kabupaten Cilacap dan Kebumen, dengan 134 tersangka diamankan.
Kepala BNNK Cilacap Kombes Pol Dr Rudi Hartono mengatakan, mayoritas pelaku berasal dari usia produktif 16 hingga 30 tahun, yang menunjukkan masih masifnya sasaran peredaran narkotika di kalangan generasi muda.
"Pemberantasan kami lakukan secara tegas, terukur, dan berkeadilan. Namun tetap kami selaraskan dengan pencegahan serta rehabilitasi agar penanganan narkotika berjalan komprehensif," ujar Rudi Hartono saat Konferensi pers, Rabu (24/12/2025).
BACA JUGA:BNN dan Satpol PP Cilacap Razia Rumah Kos, 1 Penghuni Positif, Delapan Pil Y Disita
Di Kabupaten Cilacap, BNN mengungkap 70 kasus dengan 98 tersangka. Lima kecamatan dengan tingkat kerawanan tertinggi meliputi Kesugihan, Cilacap Selatan, Majenang, Cilacap Tengah, dan Jeruklegi.
"Barang bukti yang diamankan antara lain 14.020 butir benzodiazepin, 1.535 klip sabu, ganja, serta tembakau sintetis, " lanjutnya.
Sementara di Kabupaten Kebumen terungkap 29 kasus dengan 36 tersangka, dengan barang bukti berupa benzodiazepin dan sabu. Sebaran kasus tertinggi berada di Kecamatan Kebumen, Ayah, dan Rowokele.
Sepanjang 2025, BNNK Cilacap juga menggelar 17 operasi yustisi bersama Polresta Cilacap dan instansi terkait. Dari 326 orang yang diperiksa, satu orang dinyatakan positif narkoba.
"Dari operasi tersebut 27 tersangka menjalani asesmen terpadu, dengan hasil 22 orang direkomendasikan rehabilitasi rawat inap dan lima orang rawat jalan, " tandasnya.
Sementara pada bidang pencegahan, BNN Cilacap membentuk enam Desa Bersinar serta melaksanakan edukasi P4GN yang menjangkau lebih dari 87 ribu peserta. Program pemberdayaan juga diperkuat melalui pembentukan Sekolah Bersinar, Industri Bersinar, serta pembinaan penggiat P4GN.
Pada bidang rehabilitasi, layanan rawat jalan melampaui target hingga 195 persen, termasuk layanan bagi warga binaan pemasyarakatan di wilayah Nusakambangan.
"Kami mengajak masyarakat untuk peduli dan berani melapor jika melihat indikasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar," pungkasnya. (jul)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

