Banner v.2

Pringsewu Jajaki Kerja Sama Mocaf, Banjarnegara Siap Kembangkan Hilirisasi Pertanian

Pringsewu Jajaki Kerja Sama Mocaf, Banjarnegara Siap Kembangkan Hilirisasi Pertanian

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana saat menyambut kunjungan Bupati Pringsewu di rumah Dinas Bupati.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kabupaten Banjarnegara menjadi tujuan studi dan penjajakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Rombongan besar yang dipimpin Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, diterima langsung Bupati Banjarnegara Amalia Desiana di Pringgitan Rumah Dinas Bupati.

Bupati Riyanto mengatakan kunjungan ini difokuskan untuk memperdalam pengembangan komoditas singkong atau mocaf yang dinilai berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami datang ke Banjarnegara untuk belajar dan memperdalam pemberdayaan mocaf sebagai upaya peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Pringsewu. Sambutan dari Banjarnegara sangat luar biasa, di luar ekspektasi kami,” ujar Riyanto.

BACA JUGA:Bupati Pringsewu Belajar Olah Singkong Jadi Mocaf ke Banjarnegara

Menurutnya, meski Pringsewu merupakan kabupaten kecil dengan luas 625 km² dan jumlah penduduk sekitar 435 ribu jiwa, wilayah tersebut memiliki potensi besar dalam produksi singkong. Lampung sendiri dikenal sebagai salah satu sentra penghasil singkong nasional.

“Masalah singkong harus kita selesaikan melalui hilirisasi sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan. Selama ini hilirisasi lebih banyak terdengar di sektor tambang. Padahal, hilirisasi pertanian penting untuk meningkatkan nilai jual dan menyelesaikan permasalahan di tingkat petani,” tegas Riyanto.

Ia berharap pertemuan ini menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan antara Pringsewu dan Banjarnegara, khususnya dalam pertanian dan perindustrian berbasis hasil bumi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana menyatakan kesiapannya untuk membangun kolaborasi. Menurutnya, Banjarnegara memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama.

“Banjarnegara terbuka untuk saling belajar dan bekerja sama. Kami memiliki potensi hortikultura seperti cabai dan sayuran yang bisa menjadi peluang kerja sama dengan Pringsewu. Sebaliknya, kami juga siap menerima inovasi yang dilakukan Pringsewu,” kata Amalia, Kamis (2/10/2025).

Amalia menambahkan, Banjarnegara telah menunjukkan keberhasilan dalam pengembangan mocaf melalui pemberdayaan masyarakat. Ia berharap langkah ini bisa diperluas melalui kemitraan antar-daerah.

“Silaturahmi ini semoga tidak berhenti di sini saja, tetapi bisa terus berlanjut dan membawa manfaat bagi kedua daerah,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: