Banner v.2

Gorong-Gorong Jembatan di Pangebatan Amblas, Warga Khawatir Kondisi Memburuk

Gorong-Gorong Jembatan di Pangebatan Amblas, Warga Khawatir Kondisi Memburuk

Kondisi gorong-gorong jembatan di Desa Pangebatan yang amblas akibat hujan deras. Tanda peringatan sudah dipasang oleh DPU, namun perbaikan menunggu turunnya anggaran perubahan. -PUISTIA PASHA/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Gorong-gorong jembatan di Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, amblas setelah diguyur hujan deras beberapa hari terakhir. Kerusakan ini membuat lalu lintas terganggu di jalur penghubung Karanglewas–Tanjung dan menimbulkan kekhawatiran warga yang setiap hari melewati jalan tersebut.

Kepala Desa Pangebatan, Agus Suroto, S.H., mengatakan kerusakan berawal ketika drainase dari arah barat menuju selatan tidak mampu menahan derasnya luapan air. “Posisinya dari barat itu ada tanjakan kecil. Begitu hujan deras, air langsung menghantam gorong-gorong sampai amblas,” ujarnya, Jumat (5/9/2025).

Agus menuturkan, pihak desa sudah melaporkan kejadian ini ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk meminta alokasi dana darurat. Namun, BPD menolak dengan alasan biaya perbaikan terlalu besar. BPD kemudian menyarankan agar persoalan ini diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

“Pihak DPU memang sudah sempat survei ketika ada pengesahan irigasi di desa sebelah. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut resmi kapan akan diperbaiki,” jelas Agus (5/9).

BACA JUGA:Jalur Majasari–Babadan Kembali Dibuka Usai Jembatan Kali Jawar Rampung Dibangun

Kerusakan gorong-gorong ini berdampak langsung pada aktivitas warga. Jembatan tersebut bukan hanya menjadi akses utama warga Pangebatan, tetapi juga jalur yang menghubungkan Karanglewas dengan Tanjung. Jalur ini semakin padat karena berada dekat dengan SMP, sehingga ramai dilalui pelajar pada jam berangkat dan pulang sekolah, selain pekerja, pedagang, maupun petani yang membawa hasil bumi ke pasar.

Kurnia (37), warga setempat, mengaku resah dengan kondisi tersebut. “Kalau naik motor sih masih bisa, tapi kalau mobil agak khawatir, apalagi kalau papasan sama mobil lain. Biasanya kendaraan dari barat harus gantian dulu di dekat gorong-gorong yang amblas itu,” katanya (5/9)

Situasi semakin rawan ketika hujan turun, karena genangan air menutupi bagian gorong-gorong yang ambles. Pengendara harus ekstra hati-hati, sementara mobil kerap menunggu giliran untuk melintas. Kondisi ini membuat arus lalu lintas melambat, terutama pada jam sibuk.

Warga khawatir, bila hujan deras terus terjadi, kerusakan bisa meluas hingga jembatan ambrol. Jika itu terjadi, akses jalan akan terputus dan berisiko bagi warga di sekitar lokasi. Jalur distribusi barang dan hasil pertanian juga terancam terganggu, yang pada akhirnya berdampak pada efektivitas perekonomian desa.

BACA JUGA:Wamen Sosial Pastikan SRMP Banjarnegara Siap Jadi Jembatan Pemutus Rantai Kemiskinan

Saat ini, di lokasi sudah terpasang tanda peringatan yang dipasang oleh petugas DPU ketika melakukan survei. Namun, warga menilai langkah itu belum cukup jika tidak segera ditindaklanjuti dengan perbaikan permanen. Dari informasi yang diterima desa, perbaikan baru bisa dilakukan setelah anggaran perubahan DPU turun.

Kepala Desa menegaskan, ia akan terus mendorong agar perbaikan bisa segera dilakukan. “Warga sudah mulai resah karena takut jembatan makin parah. Kami berharap DPU bisa cepat ambil langkah, jangan sampai menunggu sampai kerusakan bertambah besar,” kata Agus.

Warga pun berharap pemerintah daerah segera memberi kepastian. Mereka menilai perbaikan gorong-gorong tidak bisa ditunda, mengingat jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi kegiatan sehari-hari sekaligus penghubung antarwilayah. (sha)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: