Banner v.2

Pagar Dirusak, Tiga Ruangan Kantor Bupati Dihujani Batu

Pagar Dirusak, Tiga Ruangan Kantor Bupati Dihujani Batu

Salah satu ruangan di Pemkab Banyumas yang mengalami kerusakan.-ALI IBRAHIM/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Beberapa ruangan kantor Setda Kabupaten Banyumas, kondisinya rusak usai menjadi sasaran amukan massa demo pasa Sabtu 30 Agustus 2025. Saat ini Kabag Umum Setda Kabupaten Banyumas Dian Budiarto masih melakukan inventaris terhadap fasilitas kantor Setda yang mengalami kerusakan. 

"Ini kita masih inventarisir, karena demo masih berlangsung. Yang rusak itu ruangan bagian perekonomian, protokol, dan pos jaga Satpol PP," kata dia.

Ketiga ruangan tersebut, kacanya mengalami kerusakan karena dilempari batu dan benda keras lainnya oleh oknum pendemo. 

"Untuk kendaraan dinas Pemda tidak ada yang rusak, tapi yang kendaraan polisi ada yang dirusak," ucapnya. 

BACA JUGA:Bangunan Pemkab Dirusak, Motor Polisi Dirusak, Kasatpol: Demo Disusupi

Lanjut, selain itu pagar kantor bupati juga turut menjadi sasaran amukan pendemo. Pagar utama dirobohkan saat situasi demo memanas. 

"Kerugian kita belum hitung, karena saat ini demo masih berlangsung," ucapnya. 

Seperti diketahui, demo yang dilakukan di kantor bupati memanasa saat gas air mata ditembakan polisi kepada massa demo sekitar pukul 16.50. 

Tembakan gas air mata terdengar setelah Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Ari Wibowo, menyampaikan pernyataan di hadapan ribuan pengunjuk rasa yang berasal dari aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil Banyumas.

BACA JUGA:Demo di Pemkab Banyumas Berakhir Ricuh, Polisi Dilempari, Kantor Dirusak, Polisi Balas Gas Air Mata

Namun, tak lama usai menyampaikan aspirasi, rombongan Kapolresta justru dilempari berbagai benda oleh sejumlah oknum di tengah kerumunan massa. 

Ketegangan semakin menjadi. Petugas kepolisian yang berjaga mengeluarkan tembakan gas air mata ke arah kerumunan.

Perlahan asap pekat menyebar ke seluruh penjuru komplek kantor bupati. Ini memaksa peserta demo mundur sementara. 

Untuk mengurangi efek perih gas air mata, massa aksi berupaya menutupi wajah. Memakai masker, hingga mengoleskan pasta gigi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: