BPBD Kebumen Siagakan Air Bersih Meski Kemarau Basah
BPBD telah menyiapkan 500 tangki air bersih untuk disalurkan sewaktu-waktu jika masyarakat membutuhkan.--
KEBUMEN – Kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Kebumen tahun ini sepertinya tak begitu terasa bagi warga setempat. Hujan dengan intensitas lumayan tinggi masih turun meskipun musim kemarau telah mencapai puncaknya. Namun, kondisi cuaca yang relatif basah ini tidak membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen lengah.
BPBD telah menyiapkan 500 tangki air bersih untuk disalurkan sewaktu-waktu jika masyarakat membutuhkan. Kesiapan ini menjadi langkah antisipatif agar tidak ada warga yang kesulitan memperoleh air bersih ketika musim kemarau berkepanjangan mulai berdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kebumen, Udy Cahyono, melalui Bako Humas Heri Purwoto, menegaskan bahwa lembaganya tetap siaga. "Pada prinsipnya kami siap menyalurkan bantuan air bersih bagi yang membutuhkan," ujarnya.
Meski BPBD sudah menyiapkan armada dan pasokan air, distribusi bantuan tidak dilakukan sembarangan. Ada prosedur resmi yang harus ditempuh agar penyaluran air bersih tepat sasaran dan terkoordinasi.
Desa yang mengalami krisis air bersih perlu mengajukan surat permohonan kepada pihak kecamatan. Dari kecamatan, permohonan tersebut kemudian diteruskan ke BPBD Kabupaten Kebumen. "Pengajuan dilakukan melalui e-letter dengan tembusan kepada Bupati. Selain itu, kecamatan juga bertugas melakukan verifikasi awal atas kondisi di lapangan sebelum melaporkannya ke BPBD," jelas Heri.
Setelah laporan diterima, BPBD akan merekap seluruh surat permohonan dari kecamatan dan melakukan verifikasi data lebih detail. Hasil rekapitulasi inilah yang menjadi dasar untuk menyusun jadwal droping air bersih. "Dengan mekanisme berlapis dari desa–kecamatan–BPBD, proses bantuan air bersih di Kebumen diharapkan bisa berjalan transparan, tepat sasaran, dan terkoordinasi. Prosedur ini juga menjadi bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat, terutama di saat darurat kekeringan," lanjutnya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kebumen tahun 2024, terdapat 51 desa di 13 kecamatan yang masuk kategori rawan krisis air bersih. Wilayah ini dihuni sekitar 32.199 kepala keluarga (KK) atau setara 126.199 jiwa. (cah)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
