Imbas BI Rate Turun, Sektor Otomotif Balikpapan Semakin Menggeliat
Imbas BI Rate Turun, Sektor Otomotif Balikpapan Semakin Menggeliat--
RADARBANYUMAS.CO.ID - Bank Indonesia telah mengadakan Rapat Dewan Gubernur yang hasilnya menurunkan BI Rate sebanyak 25 bps sehingga 5,00% dari tanggal 19-20 Agustus 2025.
Adanya kebijakan ini tentunya semakin memberikan dampak kepada perekonomian Indonesia. Sejalan dengan tugas Bank Indonesia untuk menstabilkan ekonomi bangsa, hal-hal terkait uang mengarah ke berbagai sektor salah satunya otomotif.
Indonesia sebagai negara ke-14 OTOmotif terbesar di dunia ini menunjukkan sisi peminatan tinggi kepada dunia otomotif dari variasi inovasi sampai ke fitur-fitur menarik lainnya.
Oleh karena itu, Otomotif di Indonesia menjadi sisi aset penting mobilitas setiap waktu di perkotaan dan pedesaan.
BACA JUGA:Mitsubishi Resmi Pamit Dari Persaingan Otomotif Di China, Ada Apa?
BACA JUGA:Daftar Negara dengan Industri Otomotif Terbesar di Dunia, Simak Selengkapnya!
Ditambah dengan sistem transportasi umum yang belum merata dan memberikan nyaman secara maksimal menjadi otomotif seperti mobil dan motor teman berkelana dan memenuhi kesibukan sehari-hari.
Otomotif dengan macam-macam harga serta model dan tipe tentunya diperlukan modal baik bagi pembeli maupun penjual dalam pemasaran agar produksi tetap berjalan.
Namun, dengan pajak kendaraan yang tinggi di Indonesia disusul dengan ekonomi yang belum stabil menjadikan beberapa pecinta otomotif memihak kepada keperluan primer dan sekunder.
Apa Dampak Penurunan BI Rate Ke Sektor Otomotif di Balikpapan?
Akan tetapi, dengan kebijakan BI Rate ini berdampak pada laju otomotif khususnya di Balikpapan yang menggantungkan industri otomotif sebagai penggerak roda perekonomian daerah tersebut.
BACA JUGA:Penggemar Otomotif Merapat, Ini Cara Mudah Beli Tiket GIIAS 2025 Secara Online dan Offline
BACA JUGA:GIIAS 2025 Diharapkan Jadi Titik Tumbuh Industri Otomotif Nasional
Dari Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ardian menyebut bahwa “Meskipun dampaknya tidak instan, penurunan ini akan terasa secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.”
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

